Aug
29
By: Sri Hartati Yuliani

Ini cerita tentang anakku yang pertama. Dia ama temen2nya punya permainan yang menurutku sih lucu. Gini permainannya, dilakukan oleh 4 orang. Masing2 menyiapkan satu kertas, lalu ditulis nama, pekerjaan, bagian tubuh, terakhir nama lagi. Nama harus diisi nama temen satu kelas. Pekerjaan adalah pekerjaan yang dilakukan di rumah. Orang pertama menulis nama kemudian kertas dilipat diberikan pada orang kedua yang kemudian menulis pekerjaan dilipat lagi; orang ketiga menulis bagian tubuh, lipat lagi; dan orang terakhir menulis nama lagi. Setelah itu kertas dikembalikan lagi ke pemilik (orang pertama yang nulis). Nah setelah dibacakan maka akan menjadi kalimat yang lucu. Misalnya Si A menyapu hidung si B.  » Read the rest of this entry



Aug
26
By: Sri Hartati Yuliani

Tanggal 23 Agustus 2008 aku mengadakan kegiatan untuk mahasiswaku angkatan 2006. Kegiatan ini sebenarnya merupakan kegiatan pengganti semester antara berupa teknik presentasi. Ada 2 pembicara yang hadir satu dari sisi sikap dan etika saat presentasi dan satu lagi dari sisi tayangan (powerpoint).Untuk memeriahkan acara tersebut aku menghubungi suatu perwakilan penerbit buku terkenal, karena pikirku salah satu pembicara adalah penulis buku yang biasa diterbitkan oleh penerbit tersebut. Mereka bilang bisa aja buku2 terbitan mereka dipajang dan dijual di acara tersebut tapi mereka gak bisa nunggu karena gak ada orang. Ok aku setuju aku ambil buku dari mereka dan aku yang display sendiri dengan bantuan mahasiswa…Semua masih ok sampai aku datang ke tempat mereka. Aku datang hanya disambut satpam dan disuruh nunggu diluar…panas lagi…gak ada bagian distribusi yang keluar. Katanya lagi ke belakang…..udah ditunggu 10 menit masih gak ada yang keluar. Pas ditanya lagi ke satpam katanya lagi nyiapin bukunya…. Apa ya gitu ya…cara menghargai tamu…disuruh nunggu aja tanpa disapa terlebih dahulu. Terus terang aku kecewa dengan apa yang mereka lakukan….setahuku untuk orang marketing semua peluang harus diambil dan pelanggan disambut dengan gembira….dan hormat. Pas menyerahkanpun tidak disertai dengan informasi apapun cuman bilang ini bukunya dan ini daftar buku beserta harganya……aku tahunya buku itu diberi diskon 25% karena tanya ke petugasnya…..Pas ngembaliin aku telpon dulu dan diterima pegawai disana….aku bilang sedang menuju ke sana pas jam 12.15 an dia bilang gak bisa karena dia sedang istirahat….. Wah ini lagi masak pelanggan disuruh nunggu apa ndak bisa istirahat itu gantian…..sombong sekali sih penerbit ini…. Akhirnya aku ke sana dan urusan aku selesaikan ama Satpam yang kali ini lumayan ramah…. Lain kali aku janji tidak akan lagi berhubungan dengan penerbit ini….. 



Aug
20
By: Sri Hartati Yuliani

Baru saja kita memperingati hari kemerdekaan RI. Merdeka. Apa sebenarnya makna merdeka bagi kita? » Read the rest of this entry