Pilihan untuk jadi dosen dulu didasarkan pada keleluasan waktu yang ada. Pertimbangan sederhana dengan menjadi dosen aku akan lebih bisa mbolos kalo anakku sakit atau ada keperluan yang mendadak, juga kerja yang tidak seharian. Di Sanata Dharma waktu itu seorang dosen wajib hadir jam 7.00 - 13.00 jadi seperti anak sekolah saja. Dan memang itu yang kemudian menjadi pilihan hidup, selain kesenangan berbagi ilmu.
Setiap jumat aku ada pelayanan di SD Budya Wacana Kranggan, yaitu pendampingan anak kelas 5, sekaligus untuk character building. Sungguh menarik mengetahui apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Seringkali ada hal-hal yang cukup menggelitik dan patut direnungkan. Aku mendampingi 4 orang anak laki-laki yang cukup aktif dan ndak bisa diam, tapi ternyata mereka bisa stres juga.
Anakku yang kedua (Angel) senang sekali menyanyi. Suaranya memang bagus, tidak fals dan tahu dan dapat merasakan nada. Di sekolahnya dia ikut tim paduan suara TK Budya Wacana. Seringsekali ikut lomba…..cape nganternya tapi biasanya hilang capenya kalo liat dia senang.
Aku punya kebiasaan untuk memasak masakan kegemaran anak dan suamiku tiap hari sabtu dan minggu. Hari senin sampai jumat pembantu kami yang memasak. Pembantu kami ini hanya datang 3 jam saja sehari untuk bersih-bersih rumah, setrika dan memasak pada senin - jumat. Nah….hari sabtu dan minggu merupakan tugasku untuk memasak. Biasanya aku akan bereksperimen pada hari itu dengan mencoba resep baru atau justru mengarang resep sendiri. Ada masakan yang bikin aku penasaran yaitu babi kecap….masakan ini kegemaran suamiku. Kucoba berulang-ulang kata dia enak sih….tapi terasa ada yang belum pas….selalu begitu.
Bulan Februari yang lalu merupakan bulan yang sangat sibuk dan bikin stress buatku……di bulan itu selain harus mendampingi Bapak kemoterapi….aku juga harus penelitian tentang buah merah, bikin proposal penelitian disertasi, jadi panitia POKJANAS TOI dan juga menyiapkan pernikahan adikku di pertengahan maret…..masih ditambah lagi tugas mengajar dan struktural….
Bulan November 2008 lalu, ayahku operasi colon….15 cm colon yang rusak dipotong. Keputusan itu mendadak dan mengagetkan tetapi syukurlah semua boleh berjalan dengan lancar. Ternyata itu bukan merupakan akhir yang membahagiakan setidaknya untuk saat itu. Dua minggu kemudian kami mendapatkan hasil lab yang menyatakan usus yang dipotong tersebut menunjukkan keganasan. Hati ini berdebar kencang…..dunia rasanya jadi gelap……seperti sudah ada vonis mati untuk bapak. Bapak yang selama ini sehat dan belum pernah masuk RS, sekali masuk harus menanggung penyakit yang begitu mematikan….
Setelah lama sekali tidak menulis di blog ini…..sekarang saatnya untuk memulai menulis lagi. Belum tahu apa yang hendak ku sharingkan….yang mulai hari ini aku bertekad menulis lagi