Ada yang gak pernah bohong??? Wah pertanyaan yang mudah dijawab…..semua orang pernah bohong, aku juga pernah bohong. Tapi yang kali ini aku menyesal sekali….Ceritanya gini…
Membaca artikel Persiapan Pentas di blog Hompimpus ada pernyataan yang cukup menggelitik. Intinya adalah tentang kualitas pertemuan dengan anak, bukan hanya kualitas tapi kuantitas juga….Setuju sekali dengan pernyataan itu…Hal itu menjadi salah satu pergumulanku yang paling berat sebagai ibu bekerja. Pernah aku menangis krn gak bisa ndampingi anakku pas ngerayain ultahnya di sekolah….aku ngiri ama suamiku yg justru bisa nemenin anakku krn dia kerja di rumah. Dari waktu ke waktu aku merasa ada yang kurang dengan kebersamaanku. Ada perasaan gak enak tiap liat anakku. Tapi aku terus bekerja juga.
Bangun dari kegagalan, sulitkah……
Bisa sulit, bisa mudah. Tetapi yang jelas bisa dilatih. Sebagai manusia kita sering salah dan gagal, tapi seberapa sering kita meningkatkan kemampuan kita dari kegagalan tersebut. Banyak juga yang justru menghindari hal-hal tertentu karena takut gagal. Wajar saja kalau itu terjadi, sejak kecil kita diajari berhasil, orangtua menuntut kita berhasil, mereka akan bangga dengan prestasi kita……tapi pernahkah mereka mengajarkan pada anaknya bangkit dari kegagalan???
Sehari sebelum hari raya Imlek, pada tanggal 6 Februari 2008, guru anakku Bu Hesti namanya, mengalami kecelakaan yang sangat parah. Bagian kepalanya terbentuk cukup keras menimbulkan perdarahan yang tidak kunjung berhenti. Pada hari Jumat dikabarkan koma dan pada Senin pagi jam 05.00 Bu Hesti meninggal.