Sudah genap satu minggu aku bergumul dengan permasalahan di laboratorium. Belum ada jalan keluar. Terasa begitu berat dan gelap. Pertanyaan itu masih menggantung dan belum berjawab, sementara waktu terasa mengejar.
Berangkat penelitian jadi tidak menarik. Melangkah menuju laboratorium jadi terasa demikian berat. Hidup terasa tidak nyaman.
Tetapi pagi tadi terasa berbeda. Ketika berjalan tidak sengaja memandang ke arah tanaman yang banyak di kampus. Aku jadi tertegun. Pohon2 terasa begitu hijau, teduh. Bunga kuning kecil mulai bermekaran. Bunga kuning dan daun hijau pupus menjadi perpaduan yang menyejukkan untuk di pandang.
Sejenak aku berhenti melangkah dan menikmati pemandangan di depanku. Pemandangan yang harusnya bisa kunikmati tiap hari. Tapi selalu tidak terlihat karena permasalahan di laboratorium lebih mencengkeram perhatianku.
Terimakasih Tuhan untuk memperbolehkanku menikmati ciptaanMu pagi ini. Kaki ini menjadi ringan melangkah ke laboratorium dan menghadapi permasalahan yang ada. Walaupun belum ketemu jawaban atas pertanyaanku, pikiranku sekarang menjadi lebih jernih memandang.
Terimakasih Engkau mengingatkan padaku bahwa masih banyak hal yang bisa aku syukuri hari ini. Masih banyak keindahan yang bisa aku nikmati. Masih banyak sukacita yang bisa aku rasakan. Terimakasih untuk menyadarkanku bahwa masalahku ini hanyalah kerikil kecil ditengah2 limpahan berkatMu padaku hari lepas hari.
Itu salah satu pertanyaan yang menarik pada refleksi karya kali ini. Apa pengalaman yang berkesan dan apa arti pengalaman tersebut dalam hidupmu? Pertanyaan yang sulit2 gampang untuk dijawab. Buatku sendiri pertanyaan itu sulit untuk dijawab. Apa yang paling berkesan, momen apa yang paling istimewa?
Buatku kebersamaan bersama suami setiap hari adalah momen yang istimewa. Tidak ada yang lebih menyenangkan dan membahagiakan dibandingkan dengan kebersamaan tersebut. Relasi kami itulah yang istimewa. Saling mengisi, saling memahami, saling mengerti, saling mengalah satu sama lain menjadikan relasi itu istimewa.
Saling mengisi, kalau aku orangnya tabrak duluan pikir belakangan, maka suamiku selalu memikirkan dulu masak2 apa yang akan dilakukannya. Saling memahami, kami selalu mencoba memahami apa yang terjadi pada pasangan sehingga kami menjadi saling mengerti satu sama lain keinginan pasangan. Saling mengalah….walaupun suamiku yang lebih sering mengalah hehe….
Setiap malam kami usahakan selalu berdoa bersama untuk memperkuat relasi kami. Dengan menghadirkan pihak ketiga (Tuhan) dalam relasi kami, maka relasi kami menjadi kuat dan membahagiakan.
Jadi apa pengalaman yang paling berkesan? Ya…pengalaman yang paling berkesan/istimewa adalah menjalani hari2 bersama-sama setiap harinya….
Tertegun juga ditegur begitu sama Bulik. Saat itu di pertemuan keluarga Eyang Joyodiharjo, memang aku asik membaca komik. Sehari sebelumnya sama anak2 jalan2 ke Gramedia, dan seperti biasa kami membeli beberapa komik kesukaan anak2.
Ditegur seperti itu aku jadi bertanya2, emang ada yang salah ya dengan membaca komik? Emang aneh ya kalo aku yg sedang kuliah s3 membaca komik? Emang gak seharusnya ya aku yang sudah punya 2 anak, satu diantaranya menginjak remaja ini membaca komik?
Membaca komik memang menjadi kesukaan bagiku, walau tidak semua komik aku suka. Sejak remaja aku suka membaca komik. Membaca komik merupakan refreshing yang menyenangkan ditengah rutinitas sehari2. Dan itu masih juga kulakukan sampai sekarang.
Saat ini membaca komik tidak hanya menjadi refreshing saja. Anak2ku juga suka komik. Tentunya aku juga harus membaca komik yang dibaca anak2ku. Banyak hal yang aku dapat dengan membaca komik2 mereka. Yang jelas aku tahu apa yang mereka baca, dengan segera aku bisa menjelaskan hal2 yang menurutku kurang pas dengan usia mereka. Dengan membaca komik mereka, aku jadi bisa mengikuti dunia mereka, apa yang mereka bicarakan aku tahu. Dengan membaca komik mereka aku jadi tahu bahasa mereka, aku jadi nyambung kalau mereka cerita.
Ternyata secara tidak sadar banyak hal positif aku dapatkan dengan membaca komik. Yang jelas aku dapat lebih mendekatkan diri dengan anak2, karena nyambung anak2 bisa cerita apa saja kayak sama temennya. Aku dapat memberi contoh2 baik ke anak2 dari komik yang mereka baca. Menanamkan nilai2 kehidupan ke anak2 melalui cerita2 komik, dengan demikian mereka lebih mudah menerima. Secara tidak langsung juga mengajarkan kegemaran membaca ke anak2 melalui komik. Tentunya aku juga harus menyeleksi komik yang mereka baca.
Bagiku sendiri, membaca komik selain menghibur, juga banyak nilai yang kudapat. Banyak filosofi hidup yang aku peroleh dari sana.
Jadi apa yang salah dengan membaca komik???
Ah sudahlah….apapun komentar orang…membaca komik itu asik.
Beberapa waktu lalu ketika aku dan suamiku lewat jalan Pakuningratan, suamiku bilang, “Wah, kehilangan satu warung tempat jajan. Padahal sosis-e enak je” Emang warung itu jualan sosis babi, dan jadi salah satu makanan favorit suami kalo jajan di warung tersebut. Ucapan suamiku itu seolah menjadi tantangan buatku untuk nyoba bikin sosis kegemaran itu.
Tiga hari ini, Angela getol belajar naik sepeda. Dia sangat ingin bisa menaiki sepeda roda dua (selama ini ada tambahan 2 roda, jadi roda empat). Dua roda disamping dinaikkan sehingga dia dapat belajar naik sepeda roda dua dengan rasa aman. Ternyata cepat juga hanya dalam waktu singkat Angela dapat dengan sukses mencapai keinginannya.