Tak terasa sudah 12 tahun sejak kita berjanji di depan Tuhan dan jemaat. Janji untuk hidup bersama, dalam susah maupun senang, sehat ataupun sakit……dalam apapun keadaan kita sampai maut memisahkan. Sebuah janji yang indah.
Liburan hampir usai…..gak terasa liburan kali ini karena praktis hanya berlangsung 2 minggu. Selama 5 hari pada tanggal 1 – 5 Juli 2010 ini kami mengikuti tour ke Bali bersama teman2 karyawan-dosen Fakultas Farmasi USD. Sungguh suatu kegiatan yang menyenangkan. Tak lupa saat berkunjung ke Bali itu kami membeli beberapa makanan yang gak ada di Jogja yaitu sosis babi, dendeng babi dan krupuk samcan. Semua itu kami beli di Titiles.
Tahun ini, Shania lulus SD. Hari-hari yang ditunggu-tunggu telah datang yaitu pengumuman hasil UASBN. Nilai Shania tidak tinggi-tinggi amat tapi juga tidak bisa dikatakan rendah. Nilai Shania 24,85 sementara rata-rata kodya Yogyakarta 22,26 artinya nilai itu masih di atas rata-rata anak2 di kodya Yogyakarta.
Aku tidak tahu kenapa waktu itu aku mau
Aku juga tidak tahu pasti apakah waktu itu aku benar2 jatuh cinta padamu
Yang aku tahu aku nyaman berada disisimu
Yang aku tahu aku senang berada bersamamu
Itu yang membuat aku mau
Ternyata setelah itu
Kita tidak bisa berhenti
Untuk selalu mengasihi satu sama lain
Untuk selalu membahagiakan satu sama lain
Dan tidak ada yang bisa mencegahnya
Sekarang aku tahu kenapa waktu itu aku mau
Karena cinta itu mulai tumbuh
Menjadi semakin besar, semakin besar dan semakin besar
Dan aku tidak menyesalinya
Karena aku akan selalu merasa nyaman dan bahagia bersamamu.
Love You
Hari ini di sekolah anakku, diadakan persekutuan doa anak kelas VI, orangtua dan guru untuk menyambut UAN tanggal 4-6 Mei 2010. Sungguh suatu acara yang sangat bagus. Dalam persekutuan tersebut disampaikan Firman Tuhan yang sangat menyentuh tentang bagaimana pentingnya dukungan dan pendampingan orangtua terhadap anaknya. Kemudian ada sesi dimana si anak meminta doa restu dari orangtua masing-masing. Sungguh suatu momen yang sangat mengharukan. Saat Shania meminta doa restuku untuk menghadapi UAN, kami sama2 menangis, sungguh aku merasakan beban yang dia pikul, kegelisahan, kekuatiran tetapi juga semangat untuk berjuang menghadapinya.