<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Yuliani.Net</title>
	<atom:link href="http://yuliani.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yuliani.net</link>
	<description></description>
	<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 02:43:03 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kelas 3 lebih mudah dari kelas 2&#8230;..</title>
		<link>http://yuliani.net/motivasi/kelas-3-lebih-mudah-dari-kelas-2/</link>
		<comments>http://yuliani.net/motivasi/kelas-3-lebih-mudah-dari-kelas-2/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 02:43:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/motivasi/kelas-3-lebih-mudah-dari-kelas-2/</guid>
		<description><![CDATA[Kelas 3 lebih mudah dari kelas 2…..kata2 itu mulanya adalah ejekan Shania pada adiknya Angela. Alasannya sederhana karena nilai2 ulangan Angela di kelas 3 jauh-jauh lebih baik daripada sewaktu dikelas 2 semester 2. Aku selalu hanya bisa tersenyum mendengar ejekan yang kemudian berubah menjadi kata2 penyemangat pada saat anak2ku sedang putus asa karena pelajaran yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kelas 3 lebih mudah dari kelas 2…..kata2 itu mulanya adalah ejekan Shania pada adiknya Angela. Alasannya sederhana karena nilai2 ulangan Angela di kelas 3 jauh-jauh lebih baik daripada sewaktu dikelas 2 semester 2. Aku selalu hanya bisa tersenyum mendengar ejekan yang kemudian berubah menjadi kata2 penyemangat pada saat anak2ku sedang putus asa karena pelajaran yang sulit mereka pahami.</p>
<p>Saat kelas dua terutama semester dua nilai2 ulangan Angel turun secara significan. Lumayan sering Angel mengikuti remedi. Bahkan guru Mandarinnya bilang supaya Angel ikut les untuk menaikkan nilai2nya. Saat itu aku marah. Ini guru tidak bertanggungjawab. Dia yang harusnya membimbing anakku mencapai ketuntasan kok malah nyuruh anakku les. Aku masih memegang prinsip untuk tidak mengikutkan anak2ku les untuk pelajaran sehari2. Tujuanku saat mereka SD adalah “menanamkan senangnya belajar”. Jadi nilai bukan tujuan akhir.</p>
<p>Tapi saat mengetahui Angel yang saat kelas 1 meraih rangking 4, dan saat kelas 2 semester 1 terjun bebas menjadi rangking dibawah, aku cemas juga. Untung saat itu si Dosgil mengingatkanku. Bukan rangking yang harus kuperhatikan tapi nilai mutlak yang dilihat. Aku jadi ingat akan tujuanku semula. </p>
<p>Kemudian petualangan dimulai. Aku meminta kakaknya Shania untuk mendampingi Angel belajar bahasa Mandarin kalau mau ulangan. Saat mengerjakan PR juga Shania mendampingi. Dan perubahan dengan cepat terjadi. Nilai2 bahasa Mandarin meningkat dengan pesat. Ternyata kemudian mereka menerapkannya pada hampir semua matapelajaran, nilai2 Angel menjadi bagus dan tidak pernah lagi remedi. Walaupun saat penerimaan raport nilai2 itu tidak terlalu membantu karena itu terjadi setelah UTS semester dua, tetapi kemudian itu menjadi pola.</p>
<p>Saat kelas 3, Angel kemudian menemukan rahasia “&quot;sukses” dia. Belajar didampingi kakak Shania dengan hati gembira. Dan ternyata memang Angel membuktikan bahwa dia sudah menemukan cara belajar yang cocok dengannya. Nilai2nya bagus, hampir selalu diatas 90 untuk ulangan apapun. Tidak sekalipun remedi disemester ini. Kakaknya senang karena berhasil mendampingi. Aku juga senang karena anak2ku bisa menemukan kesenang belajar. </p>
<p>Mereka belajar tanpa paksaan. Mereka belajar karena memang ingin belajar. Walaupun gak ada PR mereka senang berdiskusi tentang pelajaran. Setiap hari mereka saling bercerita apa yang diajarkan guru pada mereka. Mereka bangga walaupun tidak ikut les seperti teman2nya mereka mampu meraih nilai seperti teman2 yang les. Bahkan itu menjadi tantangan bagi mereka untuk menjadi lebih baik dari teman2 yang ikut les.</p>
<p>Ayo nak…nanti kelas 4 juga akan lebih mudah dari kelas 3.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/motivasi/kelas-3-lebih-mudah-dari-kelas-2/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Memandang keluar&#8230;..</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/memandang-keluar/</link>
		<comments>http://yuliani.net/serba-serbi/memandang-keluar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2011 09:55:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/serba-serbi/memandang-keluar/</guid>
		<description><![CDATA[Sudah genap satu minggu aku bergumul dengan permasalahan di laboratorium. Belum ada jalan keluar. Terasa begitu berat dan gelap. Pertanyaan itu masih menggantung dan belum berjawab, sementara waktu terasa mengejar. 
Berangkat penelitian jadi tidak menarik. Melangkah menuju laboratorium jadi terasa demikian berat. Hidup terasa tidak nyaman.
Tetapi pagi tadi terasa berbeda. Ketika berjalan tidak sengaja memandang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah genap satu minggu aku bergumul dengan permasalahan di laboratorium. Belum ada jalan keluar. Terasa begitu berat dan gelap. Pertanyaan itu masih menggantung dan belum berjawab, sementara waktu terasa mengejar. </p>
<p>Berangkat penelitian jadi tidak menarik. Melangkah menuju laboratorium jadi terasa demikian berat. Hidup terasa tidak nyaman.</p>
<p>Tetapi pagi tadi terasa berbeda. Ketika berjalan tidak sengaja memandang ke arah tanaman yang banyak di kampus. Aku jadi tertegun. Pohon2 terasa begitu hijau, teduh. Bunga kuning kecil mulai bermekaran. Bunga kuning dan daun hijau pupus menjadi perpaduan yang menyejukkan untuk di pandang. </p>
<p>Sejenak aku berhenti melangkah dan menikmati pemandangan di depanku. Pemandangan yang harusnya bisa kunikmati tiap hari. Tapi selalu tidak terlihat karena permasalahan di laboratorium lebih mencengkeram perhatianku. </p>
<p>Terimakasih Tuhan untuk memperbolehkanku menikmati ciptaanMu pagi ini. Kaki ini menjadi ringan melangkah ke laboratorium dan menghadapi permasalahan yang ada. Walaupun belum ketemu jawaban atas pertanyaanku, pikiranku sekarang menjadi lebih jernih memandang. </p>
<p>Terimakasih Engkau mengingatkan padaku bahwa masih banyak hal yang bisa aku syukuri hari ini. Masih banyak keindahan yang bisa aku nikmati. Masih banyak sukacita yang bisa aku rasakan. Terimakasih untuk menyadarkanku bahwa masalahku ini hanyalah kerikil kecil ditengah2 limpahan berkatMu padaku hari lepas hari.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/serba-serbi/memandang-keluar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pengalaman paling berkesan bersama suami????</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/pengalaman-paling-berkesan-bersama-suami/</link>
		<comments>http://yuliani.net/serba-serbi/pengalaman-paling-berkesan-bersama-suami/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Nov 2011 15:50:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/serba-serbi/pengalaman-paling-berkesan-bersama-suami/</guid>
		<description><![CDATA[Itu salah satu pertanyaan yang menarik pada refleksi karya kali ini. Apa pengalaman yang berkesan dan apa arti pengalaman tersebut dalam hidupmu? Pertanyaan yang sulit2 gampang untuk dijawab. Buatku sendiri pertanyaan itu sulit untuk dijawab. Apa yang paling berkesan, momen apa yang paling istimewa? 
Buatku kebersamaan bersama suami setiap hari adalah momen yang istimewa. Tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Itu salah satu pertanyaan yang menarik pada refleksi karya kali ini. Apa pengalaman yang berkesan dan apa arti pengalaman tersebut dalam hidupmu? Pertanyaan yang sulit2 gampang untuk dijawab. Buatku sendiri pertanyaan itu sulit untuk dijawab. Apa yang paling berkesan, momen apa yang paling istimewa? </p>
<p>Buatku kebersamaan bersama suami setiap hari adalah momen yang istimewa. Tidak ada yang lebih menyenangkan dan membahagiakan dibandingkan dengan kebersamaan tersebut. Relasi kami itulah yang istimewa. Saling mengisi, saling memahami, saling mengerti, saling mengalah satu sama lain menjadikan relasi itu istimewa.</p>
<p>Saling mengisi, kalau aku orangnya tabrak duluan pikir belakangan, maka suamiku selalu memikirkan dulu masak2 apa yang akan dilakukannya. Saling memahami, kami selalu mencoba memahami apa yang terjadi pada pasangan sehingga kami menjadi saling mengerti satu sama lain keinginan pasangan. Saling mengalah….walaupun suamiku yang lebih sering mengalah hehe….</p>
<p>Setiap malam kami usahakan selalu berdoa bersama untuk memperkuat relasi kami. Dengan menghadirkan pihak ketiga (Tuhan) dalam relasi kami, maka relasi kami menjadi kuat dan membahagiakan.</p>
<p>Jadi apa pengalaman yang paling berkesan? Ya…pengalaman yang paling berkesan/istimewa adalah menjalani hari2 bersama-sama setiap harinya….</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/serba-serbi/pengalaman-paling-berkesan-bersama-suami/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>S3 kok baca komik&#8230;???</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/s3-kok-baca-komik/</link>
		<comments>http://yuliani.net/serba-serbi/s3-kok-baca-komik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2011 14:23:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/serba-serbi/s3-kok-baca-komik/</guid>
		<description><![CDATA[Tertegun juga ditegur begitu sama Bulik. Saat itu di pertemuan keluarga Eyang Joyodiharjo, memang aku asik membaca komik. Sehari sebelumnya sama anak2 jalan2 ke Gramedia, dan seperti biasa kami membeli beberapa komik kesukaan anak2.
Ditegur seperti itu aku jadi bertanya2, emang ada yang salah ya dengan membaca komik? Emang aneh ya kalo aku yg sedang kuliah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify">Tertegun juga ditegur begitu sama Bulik. Saat itu di pertemuan keluarga Eyang Joyodiharjo, memang aku asik membaca komik. Sehari sebelumnya sama anak2 jalan2 ke Gramedia, dan seperti biasa kami membeli beberapa komik kesukaan anak2.</p>
<p align="justify">Ditegur seperti itu aku jadi bertanya2, emang ada yang salah ya dengan membaca komik? Emang aneh ya kalo aku yg sedang kuliah s3 membaca komik? Emang gak seharusnya ya aku yang sudah punya 2 anak, satu diantaranya menginjak remaja ini membaca komik?</p>
<p align="justify">Membaca komik memang menjadi kesukaan bagiku, walau tidak semua komik aku suka. Sejak remaja aku suka membaca komik. Membaca komik merupakan refreshing yang menyenangkan ditengah rutinitas sehari2. Dan itu masih juga kulakukan sampai sekarang.</p>
<p align="justify">Saat ini membaca komik tidak hanya menjadi refreshing saja. Anak2ku juga suka komik. Tentunya aku juga harus membaca komik yang dibaca anak2ku. Banyak hal yang aku dapat dengan membaca komik2 mereka. Yang jelas aku tahu apa yang mereka baca, dengan segera aku bisa menjelaskan hal2 yang menurutku kurang pas dengan usia mereka. Dengan membaca komik mereka, aku jadi bisa mengikuti dunia mereka, apa yang mereka bicarakan aku tahu. Dengan membaca komik mereka aku jadi tahu bahasa mereka, aku jadi nyambung kalau mereka cerita. </p>
<p align="justify">Ternyata secara tidak sadar banyak hal positif aku dapatkan dengan membaca komik. Yang jelas aku dapat lebih mendekatkan diri dengan anak2, karena nyambung anak2 bisa cerita apa saja kayak sama temennya. Aku dapat memberi contoh2 baik ke anak2 dari komik yang mereka baca. Menanamkan nilai2 kehidupan ke anak2 melalui cerita2 komik, dengan demikian mereka lebih mudah menerima. Secara tidak langsung juga mengajarkan kegemaran membaca ke anak2 melalui komik. Tentunya aku juga harus menyeleksi komik yang mereka baca. </p>
<p align="justify">Bagiku sendiri, membaca komik selain menghibur, juga banyak nilai yang kudapat. Banyak filosofi hidup yang aku peroleh dari sana.</p>
<p align="justify">Jadi apa yang salah dengan membaca komik???</p>
<p align="justify">Ah sudahlah….apapun komentar orang…membaca komik itu asik.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/serba-serbi/s3-kok-baca-komik/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tak Terpisahkan lagi&#8230;.</title>
		<link>http://yuliani.net/motivasi/tak-terpisahkan-lagi/</link>
		<comments>http://yuliani.net/motivasi/tak-terpisahkan-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Sep 2011 11:59:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/motivasi/tak-terpisahkan-lagi/</guid>
		<description><![CDATA[Saat itu reuni SMA, 20 tahun sudah kami lulus SMA
Ada seorang teman yang bertanya kepadaku:
“Masa sih selama ini gak ada yang mau sama kamu, kok masih sama yang itu terus sih”
Agak tertegun juga mendapat pertanyaan itu. Sebuah pertanyaan yang sangat reflektif. Kemudian aku menjadi bertanya-tanya, iya ya kenapa sejak pacaran di SMA dulu sampai akhirnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saat itu reuni SMA, 20 tahun sudah kami lulus SMA</p>
<p>Ada seorang teman yang bertanya kepadaku:</p>
<p>“Masa sih selama ini gak ada yang mau sama kamu, kok masih sama yang itu terus sih”</p>
<p>Agak tertegun juga mendapat pertanyaan itu. Sebuah pertanyaan yang sangat reflektif. Kemudian aku menjadi bertanya-tanya, iya ya kenapa sejak pacaran di SMA dulu sampai akhirnya menikah kami tidak terpisahkan.</p>
<p>Aku jadi mengingat-ingat lagi kejadian masa lampau dan berusaha merefleksikannya. </p>
<p>Dulu mulanya aku dan dia bersahabat, kami bisa bercerita apa yang kami alami hari itu. Dan hal itu terus berlanjut sampai kami pacaran. Cerita apa saja tanpa harus ada yang ditutup2i, walaupu kadang agak menyakitkan tapi tetap saja cerita apa adanya. Dan sekarang…..Puji Tuhan masih saja tidak ada rahasia diantara kami.</p>
<p>Dia bisa menerima aku apa adanya, tidak pernah menuntut aku berubah sesuai keinginannya. Kami bisa saling mengisi, seperti kunci dan gembok. Dua pribadi yang berbeda tetapi saling mengisi untuk bisa berfungsi. </p>
<p>Selalu ada saat aku membutuhkan bahunya untuk bersandar. Tidak menasehati dengan banyak kata2, cukup menyediakan bahu untuk bersandar, mendengar semua keluh kesahku. Menyediakan jalan keluar yang kubutuhkan saat aku sudah putus asa.</p>
<p>Memberi ruang pribadi bagiku. Dari dulupun dia selalu memberikan ruang pribadi, sesuatu yang tidak pernah dicampurinya. Tidak pernah memasukinya tetapi dengan antusias mendengar cerita2 yang ada didalamnya.</p>
<p>Mencintaiku tanpa menuntut balas. Seringkali bahkan mengorbankan kepentingannya untuk diriku. Bahkan kelemahankupun tidak membuatnya berduka.</p>
<p>Apalagi yang aku cari jika semua sudah ada didalam dirinya. Walaupun ada beberapa yang dekat denganku, tidak pernah ada yang seperti dirinya. </p>
<p>Jadi kenapa kok masih sama yang itu terus? Karena <a href="http://yahyakurniawan.net">dia</a> sempurna bagiku.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/motivasi/tak-terpisahkan-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

