<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Yuliani.Net</title>
	<atom:link href="http://yuliani.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yuliani.net</link>
	<description></description>
	<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 01:48:48 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Maju terus Shan&#8230;..</title>
		<link>http://yuliani.net/motivasi/maju-terus-shan/</link>
		<comments>http://yuliani.net/motivasi/maju-terus-shan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 01:48:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/motivasi/maju-terus-shan/</guid>
		<description><![CDATA[Shania sebentar lagi lulus SD, yang artinya sebentar lagi dia harus menghadapi UAN, ujian yang sangat penting yang akan menentukan kelulusannya. Mulai pertengahan semester 1 kemaren sudah mengikuti bimbingan belajar walau tidak khusus untuk UAN. Ada 3 matapelajaran yang akan ditempuh dalam UAN dan yang paling menakutkan adalah matematika.
 
Untuk matematika ini ada kisah menarik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Shania sebentar lagi lulus SD, yang artinya sebentar lagi dia harus menghadapi UAN, ujian yang sangat penting yang akan menentukan kelulusannya. Mulai pertengahan semester 1 kemaren sudah mengikuti bimbingan belajar walau tidak khusus untuk UAN. Ada 3 matapelajaran yang akan ditempuh dalam UAN dan yang paling menakutkan adalah matematika.</p>
<p> <span id="more-46"></span>
<p>Untuk matematika ini ada kisah menarik Shania yang ingin kusharingkan. Shania selalu merasa cocok diajarin matematika oleh Papanya…… Dia senang mendapat penjelasan Papanya yang mulai dengan logika sederhana dan mudah diingat sehingga sekali mengerti dia akan terus mengerti. Terkadang kalo materi sulit….Shania sampai harus menangis diam2 karena merasa “kok aku bodo sekali sih, kok gak ngerti2 juga yg dijelasin Papa”</p>
<p>Papanya sendiri kadang gemes dg Shania karena kadang ditanya 3 x 4 pun lupa berapa….namanya juga lagi stress Pa…ya harusnya dimaklumi….</p>
<p>Kadang aku kasihan melihat Shania belajar sampai menangis. Tetapi ada yang kukagumi dari proses itu. Walau harus sambil menangis, Shania tidak puas kalau tidak diajarin oleh Papanya. Setiap ada yg gak ngerti dari pelajaran matematika dia akan selalu lari ke Papanya dan bertanya…..juga siap menangis bila perlu.</p>
<p>Aku jadi sadar bahwa Shania tahu bener bahwa segala sesuatu harus diperjuangkan, tidak ada yang instan. Dia tahu mungkin akan mendengar Papanya gemes karena dia tidak kunjung bisa, dia tahu mungkin akan sakit hati mendengar kata2 Papanya yg gemes karena “kok gitu aja gak bisa” tetapi dia tetep lari ke Papa dengan tujuan “aku mengerti pelajaran matematika itu”</p>
<p>Salut untuk Shania…</p>
<p>Maju terus Shan….Mama yakin kamu bisa….</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/motivasi/maju-terus-shan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Facing the Giant</title>
		<link>http://yuliani.net/motivasi/facing-the-giant/</link>
		<comments>http://yuliani.net/motivasi/facing-the-giant/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 02:29:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/motivasi/facing-the-giant/</guid>
		<description><![CDATA[Barusan nonton film Facing the Giant….sebuah film yang sungguh menginspirasi. Kita bisa banyak belajar dari film tersebut. Nilai-nilai yang disampaikan sungguh indah untuk kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
 
Ternyata pandangan kita akan suatu hal akan menjadi sangat berpengaruh terhadap pencapaian kita. Ketika hanya kemasyuran, nama, kekayaan yang kita kejar maka kita menjadi pribadi yang hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Barusan nonton film Facing the Giant….sebuah film yang sungguh menginspirasi. Kita bisa banyak belajar dari film tersebut. Nilai-nilai yang disampaikan sungguh indah untuk kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p> <span id="more-45"></span>
<p>Ternyata pandangan kita akan suatu hal akan menjadi sangat berpengaruh terhadap pencapaian kita. Ketika hanya kemasyuran, nama, kekayaan yang kita kejar maka kita menjadi pribadi yang hanya memikirkandiri sendiri dan apa yang kita kejar menjadi suatu tujuan yang sangat dangkal.</p>
<p>Kadang kita juga menjadi orang yang tidak dapat menerima kenyataan bahwa kita mempunyai kelemahan. Semakin keras kita menolaknya semakin tampaklah kelemahan kita….</p>
<p>Lewat film ini kita diingatkan bahwa kita harus menerima diri kita apa adanya, meluruskan tujuan hidup kita maka pada saatnya Tuhan akan menganugerahkan semua yang dikejar oleh manusia.</p>
<p>Masalah dan hambatan harus kita hadapi dan atasi dengan kemampuan maksimal yang ada dalam diri kita dan selanjutnya biarkan Tuhan berkarya lewat itu semua…..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/motivasi/facing-the-giant/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mencintai&#8230;.</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/mencintai/</link>
		<comments>http://yuliani.net/serba-serbi/mencintai/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 13:52:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Mencintai berarti
menerima apa adanya orang yang kita cintai, kelebihannya dan terutama kelemahannya
tidak menyimpan kesalahan dan justru berada disisinya untuk memberi penghiburan
tidak menuntut tetapi memberi dorongan
Mencintai bukan berarti
menguasai orang yang kita cintai, justru seharusnya dengan mencintai kita membebaskan
Satu hal yang pasti mencintai selalu bergerak ke hal-hal yang positif
Met Valentine&#8230;..
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mencintai berarti</p>
<p>menerima apa adanya orang yang kita cintai, kelebihannya dan terutama kelemahannya</p>
<p>tidak menyimpan kesalahan dan justru berada disisinya untuk memberi penghiburan</p>
<p>tidak menuntut tetapi memberi dorongan</p>
<p>Mencintai bukan berarti</p>
<p>menguasai orang yang kita cintai, justru seharusnya dengan mencintai kita membebaskan</p>
<p>Satu hal yang pasti mencintai selalu bergerak ke hal-hal yang positif</p>
<p>Met Valentine&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/serba-serbi/mencintai/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Ibu&#8230;..</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/selamat-hari-ibu/</link>
		<comments>http://yuliani.net/serba-serbi/selamat-hari-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 01:51:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/?p=41</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 22 Desember selalu menjadi hari yang istimewa terutama buat semua ibu di dunia&#8230;..
Pada momen hari ibu kemaren anak2ku memberi kado spesial berupa buku Chicken Soup &#8220;Persembahan untuk Para Ibu&#8221; dan nraktir pake uang mereka di Pizza Hut&#8230;.
Sungguh membahagiakan&#8230;
SELAMAT HARI IBU&#8230;.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 22 Desember selalu menjadi hari yang istimewa terutama buat semua ibu di dunia&#8230;..</p>
<p>Pada momen hari ibu kemaren anak2ku memberi kado spesial berupa buku Chicken Soup &#8220;Persembahan untuk Para Ibu&#8221; dan nraktir pake uang mereka di Pizza Hut&#8230;.</p>
<p>Sungguh membahagiakan&#8230;</p>
<p>SELAMAT HARI IBU&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/serba-serbi/selamat-hari-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hal yang membuatku senang adalah &#8230;&#8230;</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/hal-yang-membuatku-senang-adalah/</link>
		<comments>http://yuliani.net/serba-serbi/hal-yang-membuatku-senang-adalah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2009 13:48:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/serba-serbi/hal-yang-membuatku-senang-adalah/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini aku senang sekali mendengar cerita tentang anakku yang sulung, Shania&#8230;. Di sekolah Shania tiap jumat pagi ada kegiatan yg disebut KTB (Kelompok Tumbuh Bersama) untuk mendukung matapelajaran character building. Tadi pas jemput Shania aku ketemu ama pembimbing Shania di KTB

&#8220;Hai halo Bu&#8230;apa khabar&#8221;
&#8220;Baik, jawabku&#8230;., nyari anakmu ya&#8230;tadi kuliat dah keluar tuh&#8221;
&#8220;Iya&#8230;aku dah ketemu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini aku senang sekali mendengar cerita tentang anakku yang sulung, Shania&#8230;. Di sekolah Shania tiap jumat pagi ada kegiatan yg disebut KTB (Kelompok Tumbuh Bersama) untuk mendukung matapelajaran character building. Tadi pas jemput Shania aku ketemu ama pembimbing Shania di KTB</p>
<p><span id="more-37"></span>
<p>&#8220;Hai halo Bu&#8230;apa khabar&#8221;</p>
<p>&#8220;Baik, jawabku&#8230;., nyari anakmu ya&#8230;tadi kuliat dah keluar tuh&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya&#8230;aku dah ketemu kok. mau cerita aja. tadi Shania masuk kelompokku lho&#8230;soale pembimbingnya pas gak datang&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Oh ya&#8230;gimana anakku pendiam ya&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Hebat lho dia&#8230;..&#8221;</p>
<p>&#8220;Apanya yg hebat&#8221; tanyaku heran</p>
<p>&#8220;Tadi pas KTB, aku bertanya pada anak2&#8230;.apa yang paling membuat mereka senang dan nyaman??? Semua teman2nya menjawab yang paling bikin senang adalah jalan2 ke mall, pergi berlibur, pergi ke toko buku, dll&#8230;.tapi jawaban Shania beda sendiri&#8230;.katanya gini yang paling bikin aku senang dan nyaman adalah bertumbuh bersama keluarga, ngobrol2 ama Mama, Papa, dan adikku&#8230;.wah..aku takjub lho dg jawaban itu&#8230;sungguh beda dengan jawaban teman2nya yg masih senang dg hal2 yg bersifat hura-hura? Gimana tuh ndidiknya???&#8221;</p>
<p>Aku cuman bisa bilang &#8221; ya..sering kuajak diskusi aja&#8230;.&#8221;</p>
<p>Aku sungguh bersyukur bahwa anakku senang ngobrol di rumah, berarti kami (aku dan suamiku) berhasil membangun &#8220;home&#8221; buat anak2 kami. Aku senang karena anakku merasa nyaman dan bahagia di rumah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/serba-serbi/hal-yang-membuatku-senang-adalah/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Buku Shania disita</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/buku-shania-disita/</link>
		<comments>http://yuliani.net/serba-serbi/buku-shania-disita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Aug 2009 14:45:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/serba-serbi/buku-shania-disita/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu kesenangan kami sekeluarga adalah pergi ke toko buku gramedia untuk membeli buku bacaan. Anakku Shania paling suka membaca&#8230;.buku apa aja dibacanya&#8230;..sampai-sampai kalo dibeliin buku paket untuk sekolahnya dia akan baca dari depan sampai belakang pada hari pertama dia punya.

Suatu ketika Shania tanya ke aku&#8230;dia pengen beli sebuah buku. Ngotot betul dengan satu judul. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu kesenangan kami sekeluarga adalah pergi ke toko buku gramedia untuk membeli buku bacaan. Anakku Shania paling suka membaca&#8230;.buku apa aja dibacanya&#8230;..sampai-sampai kalo dibeliin buku paket untuk sekolahnya dia akan baca dari depan sampai belakang pada hari pertama dia punya.</p>
<p><span id="more-36"></span>
<p>Suatu ketika Shania tanya ke aku&#8230;dia pengen beli sebuah buku. Ngotot betul dengan satu judul. Tumben&#8230;.pikirku. Aku tanya kenapa trus dia bilang: Aku pinjem buku di perpustakaan dan buku itu hilang, jadi aku harus beli gantinya untuk dikembalikan ke perpustakaan. Aku bilang &#8220;paling-paling keselip ditumpukan buku ceritamu dirumah&#8221;. Dia bilang &#8220;nggak Ma&#8230;.buku itu hilang&#8221; Aku heran biasanya Shania tidak bisa menjawab dimana bukunya diletakkan sepasti jawaban buku itu hilang, karena heran aku tanya &#8221; kok yakin Shan&#8230;.&#8221;</p>
<p>Lama anakku diam, lalu katanya: &#8220;Ma&#8230;.aku mau bikin pengakuan. Kemaren buku itu disita sama guruku&#8221;. Hah&#8230;kagetlah aku&#8230;.anakku yang alim ini kok sampai disita bukunya&#8230;pinjem dari perpustakaan sekolah lagi&#8230;.berarti kan bukan buku yang dilarang dibaca di sekolah. Kutanya dia: &#8220;kapan kamu bacanya&#8230;.&#8221; Dia jawab: &#8220;pas pelajaran mandarin&#8230;.habis aku bosen sih denger guruku ngajar&#8230;.gak menarik&#8221;</p>
<p>Hualah ya pantes bukunya disita lha wong pas pelajaran kok&#8230;.Perasaanku&#8230;..pengen marah tapi juga geli liat ekspresinya yang tanpa dosa&#8230;.dan juga terbersit refleksiku sebagai dosen&#8230;..kalo gak pengen muridnya beraktifitas lain saat kuliah jangan bikin kuliah jadi membosankan. Aku gak jadi marah&#8230;..buat Shania hal yang paling nyaman untuk suatu yang membosankan adalah membaca&#8230;.dengan membaca dia bisa membuang bosan, marah, jengkel atau seabrek perasaan gak enak lainnya&#8230;..Tapi resiko tetap harus dijalani. Shania kusuruh menyelesaikan masalah itu sendiri&#8230;..dan dia mau.</p>
<p>Setidaknya ada pelajaran yang bisa dipetik yaitu &#8221; berani menanggung resiko atas apa yang dilakukannya&#8221;</p>
<p>Aku ingin anakku belajar &#8221; dia bebas memilih apa yang akan dilakukannya&#8230;tapi konsekuensi dari pilihannya tidak bebas dan itu harus diambil serta&#8221;</p>
<p>MERDEKA</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/serba-serbi/buku-shania-disita/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aku Bisa&#8230;.</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/aku-bisa/</link>
		<comments>http://yuliani.net/serba-serbi/aku-bisa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2009 13:34:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/serba-serbi/aku-bisa/</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 26 dan 27 Juni 2009 kemaren anakku Angela ikut lomba nyanyi yang diselenggarakan oleh Kalbe &#8220;Platinum Kids Choir Contest&#8221;. Puji Tuhan&#8230;TK Angel meraih juara 3, wah senangnya dia. Aku lebih tertarik mendengar syair lagu wajibnya&#8230;sungguh positif isinya&#8230;. gini nih syairnya.

AKU BISA
Kadang ku takut dan gugup
Dan ku merasa ooh..tak sanggup
Melihat tantangan disekitarku
Aku merasa tak mampu
Namun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 26 dan 27 Juni 2009 kemaren anakku Angela ikut lomba nyanyi yang diselenggarakan oleh Kalbe &#8220;Platinum Kids Choir Contest&#8221;. Puji Tuhan&#8230;TK Angel meraih juara 3, wah senangnya dia. Aku lebih tertarik mendengar syair lagu wajibnya&#8230;sungguh positif isinya&#8230;. gini nih syairnya.</p>
<p><span id="more-34"></span>
<p>AKU BISA</p>
<p>Kadang ku takut dan gugup</p>
<p>Dan ku merasa ooh..tak sanggup</p>
<p>Melihat tantangan disekitarku</p>
<p>Aku merasa tak mampu</p>
<blockquote><p>Namun ku tak mau menyerah</p>
<p>Aku tak ingin berputus asa</p>
<p>dengan gagah brani aku melangkah</p>
<p>dan berkata aku bisa</p>
</blockquote>
<p>Reff:</p>
<p>Aku bisa&#8230;aku pasti bisa, ku harus terus berusaha</p>
<p>Bila ku gagal itu tak mengapa setidaknya ku tlah mencoba</p>
<p>Aku bisa&#8230;.aku pasti bisa, ku tak mau berputus asa</p>
<p>Coba terus coba sampai aku bisa, aku pasti bisa&#8230;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sungguh positif bukan isi lagu itu&#8230;.berisi kata-kata yang sangat optimis. Memang kita harus berani mencoba. Kata orang lebih baik mencoba dan gagal daripada gagal mencoba&#8230;.Aku banyak belajar dari lagu anak-anak ini&#8230;.tidak boleh mudah menyerah harus selalu mau mencoba hal-hal baru, dan yang penting jangan takut gagal&#8230;.kalo gagal ya coba lagi&#8230;.coba lagi&#8230;.dan lagi&#8230;.pasti akhirnya kita akan berhasil. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/serba-serbi/aku-bisa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gak gampang jadi dosen</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/gak-gampang-jadi-dosen/</link>
		<comments>http://yuliani.net/serba-serbi/gak-gampang-jadi-dosen/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 14:26:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/serba-serbi/gak-gampang-jadi-dosen/</guid>
		<description><![CDATA[Pilihan untuk jadi dosen dulu didasarkan pada keleluasan waktu yang ada. Pertimbangan sederhana dengan menjadi dosen aku akan lebih bisa mbolos kalo anakku sakit atau ada keperluan yang mendadak, juga kerja yang tidak seharian. Di Sanata Dharma waktu itu seorang dosen wajib hadir jam 7.00 - 13.00 jadi seperti anak sekolah saja. Dan memang itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pilihan untuk jadi dosen dulu didasarkan pada keleluasan waktu yang ada. Pertimbangan sederhana dengan menjadi dosen aku akan lebih bisa mbolos kalo anakku sakit atau ada keperluan yang mendadak, juga kerja yang tidak seharian. Di Sanata Dharma waktu itu seorang dosen wajib hadir jam 7.00 - 13.00 jadi seperti anak sekolah saja. Dan memang itu yang kemudian menjadi pilihan hidup, selain kesenangan berbagi ilmu.</p>
<p><span id="more-33"></span>
<p>Tetapi ternyata gak gampang jadi dosen. Dulu aku membayangkan jadi dosen itu kerjaannya ceramah di depan kelas, mahasiswa mendengarkan dan bertanya, kemudian memberikan ujian, yah&#8230;.hanya itu yang aku bayangkan. Tetapi ternyata gak hanya itu. Kalau hanya sekedar mengajar memang gampang, tetapi kalau kemudian kita juga mendidik itu menjadi sulit.</p>
<p>Aku pernah punya pengalaman yang kurang menyenangkan. Waktu itu aku memberikan ujian dengan model take home exam, lalu saat koreksi ada dua jawaban yang alurnya sama persis, kalimat tidak sama persis tetapi urutan kalimat satu dengan yang lain idenya sama. Aku memberi nilai nol pada kedua lembar jawaban ini. Lalu mahasiswaku protes karena hal itu. Aku tunjukkan mengapa aku memberi nilai nol, karena 2 jawaban tersebut sama. Mereka protes dengan mengatakan bahwa mereka mengerjakan sendiri-sendiri dan tidak saling copy temannya, mereka mengatakan bahwa sumber pustaka mereka sama sehingga jawaban mereka sama. Waktu itu aku mengatakan sumber pustaka bisa sama tapi pasti alur pikir 2 orang gak akan sama, sehingga urutan kalimat ketika menjelaskan pasti tidak sama.</p>
<p>Sedihnya ketika aku mencoba untuk memberitahu kesalahan mereka dan mereka ngotot bahwa mereka tidak bersalah. Kalau aku sekedar mengajar mungkin aku tidak terlalu sedih, aku tinggal memberi keputusan tentang masalah itu dan selesai&#8230;..tapi apakah memang hanya seperti itu? Hati kecilku mengatakan tidak&#8230;..selain transfer ilmu aku juga ingin membimbing mereka untuk mempunyai &#8220;nilai-nilai kehidupan&#8221; yang baik sehingga dapat menjadi bekal untuk hidup mereka.</p>
<p>Kalau aku cuman ceramah di depan kelas itu gampang&#8230;.sulitnya adalah bagaimana mengajak mahasiswa itu terlibat dalam kuliah itu. Misalnya mengajak mereka untuk berani bertanya&#8230;.itu sudah sulit. Apalagi membuat suasana sehingga semua enjoy dengan kuliah itu dan tetap bisa menangkap isi kuliah tersebut&#8230;. Kita harus sungguh-sungguh kreatif dalam mengelola kelas.</p>
<p>Tetapi ternyata dinamika itulah yang menyenangkan, dan menghidupkan&#8230;..dan yang selalu akan mewarnai hidupku&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/serba-serbi/gak-gampang-jadi-dosen/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Benarkah kita mencintai anak kita apa adanya&#8230;..</title>
		<link>http://yuliani.net/motivasi/benarkah-kita-mencintai-anak-kita-apa-adanya/</link>
		<comments>http://yuliani.net/motivasi/benarkah-kita-mencintai-anak-kita-apa-adanya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 May 2009 12:49:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/motivasi/benarkah-kita-mencintai-anak-kita-apa-adanya/</guid>
		<description><![CDATA[Setiap jumat aku ada pelayanan di SD Budya Wacana Kranggan, yaitu pendampingan anak kelas 5, sekaligus untuk character building. Sungguh menarik mengetahui apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Seringkali ada hal-hal yang cukup menggelitik dan patut direnungkan. Aku mendampingi 4 orang anak laki-laki yang cukup aktif dan ndak bisa diam, tapi ternyata mereka bisa stres [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap jumat aku ada pelayanan di SD Budya Wacana Kranggan, yaitu pendampingan anak kelas 5, sekaligus untuk character building. Sungguh menarik mengetahui apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Seringkali ada hal-hal yang cukup menggelitik dan patut direnungkan. Aku mendampingi 4 orang anak laki-laki yang cukup aktif dan ndak bisa diam, tapi ternyata mereka bisa stres juga.</p>
<p><span id="more-31"></span>
<p>&#8220;Bu Shania itu ikut les apa aja?&#8221;</p>
<p>&#8220;Shania sih cuman ikut les piano aja&#8221;</p>
<p>&#8220;Enak ya&#8230;.aku tuh tiap hari les, matematika, bahasa inggris, bahasa mandarin, IPA sampai aku bosen&#8230;.Kenapa ya Bu kok Mamaku nyuruh aku les macem-macem?&#8221;</p>
<p>&#8220;Mungkin supaya nilaimu bagus&#8230;..&#8221;</p>
<p>&#8220;Nilaiku emang gak bagus banget tapi ya gak jelek lho Bu&#8230;.biasanya kalau ulangan aku dapat 70 ato 80&#8230;.gak jelek to Bu?&#8221;</p>
<p>Itu sepenggal percakapanku dengan anak-anak yang aku bimbing. Mereka sebaya dengan anakku Shania yang juga kelas 5, memang itu salah satu motivasiku ikut membimbing mereka supaya aku tahu dunia mereka. Pada percakapan itu aku melihat kelelahan rasa tidak senang dan beban yang harus dipikul anak kelas 5 SD untuk memenuhi &#8220;ambisi&#8221; orangtua. </p>
<p>Kadang sebagai orangtua kita tidak sadar telah meletakkan beban yang berat pada anak kita. Secara tidak sadar kita meletakkan ambisi atau cita-cita yang tidak bisa kita capai ke pundak anak kita. Kalau nilai anak kita rata-rata 70&#8230;.apakah anak kita bodoh? Kalau pertanyaan itu ditujukan padaku, aku akan menjawab TIDAK. Anak kita sudah mampu mengikuti pelajaran. Tapi kenapa sebagian dari orangtua masih saja menyuruh anaknya les ini dan itu kalau anak itu memang tidak bodoh.</p>
<p>Jawaban orangtua pada umumnya adalah supaya anakku lebih pintar lagi kalau bisa rangking 1. Dia pasti bangga kalau bisa menjadi rangking 1. Benarkah anak kita bangga? Apakah bukan kita sebagai orangtua yang bangga, dan untuk kebanggaan kita itu anak kita harus bekerja sangat keras bahkan mungkin sampai stres. Kalau sudah demikian benarkah kita mencintai anak kita? Bukankan itu membuktikan bahwa sebenarnya kita lebih mencintai diri kita dibandingkan anak kita? Kita tidak bisa atau belum bisa mencintai anak kita apa adanya&#8230;..</p>
<p>Lebih dari itu menurutku sebenarnya ada hal lain yang lebih penting. Menanamkan karakter yang baik menurutku lebih penting daripada sekedar nilai yang baik, rangking satu dsb. Aku selalu berusaha menanyakan pada diriku, yang kulakukan ini benar untuk anakku dan bukan untuk kepentinganku kan??? Bukan supaya aku bangga karena punya anak yang&#8230;&#8230;..</p>
<p>Aku selalu mengatakan pada anakku, sekarang nilaimu jelek tidak apa-apa tapi lain kali kamu harus berusaha untuk memperbaiki. Tidak boleh mencontek, Mama lebih bangga nilaimu jelek tapi tidak mencontek daripada nilai bagus tapi mencontek. Aku berusaha mengajarkan pada anakku bagaimana caranya belajar, bangun dari kegagalan, berkompetisi secara sehat. Saat akan anakku ulangan dan tidak belajar aku hanya akan bilang &#8220;kalau nilaimu jelek jangan nangis lho&#8230;.&#8221; Nah saat kemudian nilai anakku tidak seperti yang dia harapkan maka saatnya untuk menasehati dia pentingnya belajar. Cara itu lebih efektif dibandingkan ngomel-ngomel nyuruh anak belajar&#8230;..</p>
<p>Seperti apapun anak kita&#8230;..kita harus mencintainya apa adanya. Tugas kita sebagai orangtua adalah menunjukkan altenatif-alternatif beserta konsekuensinya masing-masing. Pilihan hidup tetap ada di tangan anak kita&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/motivasi/benarkah-kita-mencintai-anak-kita-apa-adanya/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Proses penting dalam pembelajaran&#8230;.</title>
		<link>http://yuliani.net/motivasi/proses-penting-dalam-pembelajaran/</link>
		<comments>http://yuliani.net/motivasi/proses-penting-dalam-pembelajaran/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 12:54:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/motivasi/proses-penting-dalam-pembelajaran/</guid>
		<description><![CDATA[Anakku yang kedua (Angel) senang sekali menyanyi. Suaranya memang bagus, tidak fals dan tahu dan dapat merasakan nada. Di sekolahnya dia ikut tim paduan suara TK Budya Wacana. Seringsekali ikut lomba&#8230;..cape nganternya tapi biasanya hilang capenya kalo liat dia senang.

Di setiap lomba aku melihat banyak teman-teman Angel yang ikut tidak dari awal latihan. Mereka ikut [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anakku yang kedua (Angel) senang sekali menyanyi. Suaranya memang bagus, tidak fals dan tahu dan dapat merasakan nada. Di sekolahnya dia ikut tim paduan suara TK Budya Wacana. Seringsekali ikut lomba&#8230;..cape nganternya tapi biasanya hilang capenya kalo liat dia senang.</p>
<p><span id="more-30"></span>
<p>Di setiap lomba aku melihat banyak teman-teman Angel yang ikut tidak dari awal latihan. Mereka ikut sudah di tengah2 persiapan bahkan ada yang 2-3 latihan terakhir baru ikut. Biasanya mama anak2 ini yang pengen, tapi ndak mau susah2 ikut latihan dari awal. Seringkali kali ngomel karena berarti tidak menghargai yang latihan dari awal, karena semua jadi bisa berubah dan mulai dari awal lagi.</p>
<p>Aku dan suamiku mungkin dibilang orangtua yang aneh. Kami tidak punya ambisi melihat anak kami tampil dan terlihat hebat. Kalau anakku ikut lomba paduan suara itu karena memang dia dipilih dan dia memang pengen ikut. Pernah Angel gak pengen ikut&#8230;ya sudah kami gak memaksa walaupun guru pembimbingnya selalu menanyakan.</p>
<p>Buat kami yang penting dalam keikutsertaan Angel di lomba paduan suara adalah proses Angel sampai pada lomba itu. Kami selalu menekankan kalau akan ikut lomba ya harus latihan dengan disiplin, tidak mengeluh, tidak boleh melupakan PR dan belajarnya, harus dengan senang hati mengikuti latihan demi latihan. Buat kami itu yang penting, pembelajaran bahwa semua hal harus dicapai dengan perjuangan, tidak bisa instan. Kami juga selalu menekankan kalau ikut lomba gak harus menang yang penting kita sudah berusaha sebaik mungkin dan tidak putus asa bila kalah.</p>
<p>Jadi proses itu sebenarnya lebih penting dibanding hanya sekedar ikut tampil di pentas&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/motivasi/proses-penting-dalam-pembelajaran/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
