<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Yuliani.Net</title>
	<atom:link href="http://yuliani.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yuliani.net</link>
	<description></description>
	<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 14:20:49 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Angela belajar naik sepeda&#8230;.</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/angela-belajar-naik-sepeda/</link>
		<comments>http://yuliani.net/serba-serbi/angela-belajar-naik-sepeda/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 Jul 2010 14:20:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/serba-serbi/angela-belajar-naik-sepeda/</guid>
		<description><![CDATA[Tiga hari ini, Angela getol belajar naik sepeda. Dia sangat ingin bisa menaiki sepeda roda dua (selama ini ada tambahan 2 roda, jadi roda empat). Dua roda disamping dinaikkan sehingga dia dapat belajar naik sepeda roda dua dengan rasa aman. Ternyata cepat juga hanya dalam waktu singkat Angela dapat dengan sukses mencapai keinginannya.
 
Bisa dikatakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiga hari ini, Angela getol belajar naik sepeda. Dia sangat ingin bisa menaiki sepeda roda dua (selama ini ada tambahan 2 roda, jadi roda empat). Dua roda disamping dinaikkan sehingga dia dapat belajar naik sepeda roda dua dengan rasa aman. Ternyata cepat juga hanya dalam waktu singkat Angela dapat dengan sukses mencapai keinginannya.</p>
<p> <span id="more-54"></span>
<p>Bisa dikatakan cepat karena dalam dua hari dia sudah berhasil. Tetapi dua hari bukanlah dengan mulus dilaluinya. Hari pertama dilaluinya dengan jatuh dari sepeda sampai lecet di kaki. Tentunya disertai tangisan yang keras karena perih. Saat Angel jatuh, aku datang dan menolongnya bangun dari jatuh. Aku bersihkan luka lecet dikaki sembari menghibur dia “ Belajar naik sepeda memang harus berani jatuh…..gak masalah jatuh yang penting Angel mau bangun dan mencoba lagi” Semula Angel ragu2 untuk mencoba lagi. Tapi keinginan kuatnya untuk bisa mengalahkan rasa takutnya. Setelah selesai dengan rasa sakitnya, dengan semangat dari sang Mama, Angel mencoba lagi naik sepeda. Dan hasilnya pada hari pertama dia sudah mulai mampu menjaga keseimbangan.</p>
<p>Hari kedua tak kalah seru. Setelah mampu menjaga keseimbangan di hari pertama, dengan rasa percaya diri yang meningkat dia mencoba lagi mengayuh sepeda lebih jauh. Dan seperti hari pertama, aku hanya melihat dan memberi semangat. Seperti hari pertama juga dia jatuh dari sepeda. Kali ini sampai terjepit, aku segera menghampiri dia dan menolong dia. Angela menangis lagi karena sakit di kaki. Dan seperti hari pertama setelah dia selesai menangis, dia kembali mengayuh sepeda mininya untuk berlatih.</p>
<p>Dengan belajar naik sepeda, Angela belajar untuk tidak putus asa. Dia belajar untuk gagal dan bangkit kembali. Dia tahu untuk mencapai sesuatu ada perjuangan yang harus dilakukan. Angela belajar bahwa menangis diperbolehkan saat kita jatuh, tetapi tidak menangis terus menerus, setelah selesai menangis kita harus bangkit kembali dan mencoba lagi.</p>
<p>Sebagai orangtua aku juga belajar, menyayangi anak tidak harus selalu dengan menjauhkannya dari “bahaya”. Kadang kita harus menunjukkan arti sakit pada anak kita. Dan yang terpenting adalah menanamkan pada anak kita bahwa disaat mereka membutuhkan penghiburan, kita ada untuk mereka. Aku yakin anak2ku tidak akan takut untuk jatuh (gagal) saat mereka tahu bahwa orangtua mereka ada untuk menghibur mereka dan memberi semangat pada mereka untuk bangkit dari kegagalan. Dengan demikian mereka akan selalu mampu melewati setiap kegagalan untuk meraih mimpi2 mereka.</p>
<p>Selamat Hari Anak </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/serba-serbi/angela-belajar-naik-sepeda/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tak Terasa sudah 12 tahun&#8230;..</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/tak-terasa-sudah-12-tahun/</link>
		<comments>http://yuliani.net/serba-serbi/tak-terasa-sudah-12-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 14 Jul 2010 04:51:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/serba-serbi/tak-terasa-sudah-12-tahun/</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa sudah 12 tahun sejak kita berjanji di depan Tuhan dan jemaat. Janji untuk hidup bersama, dalam susah maupun senang, sehat ataupun sakit……dalam apapun keadaan kita sampai maut memisahkan. Sebuah janji yang indah. 
 
Duabelas tahun sudah kita menjalani hidup bersama. Susah, senang, sehat, sakit selalu bisa kita rasakan bersama. Pertengkaran-pertengkaran kecil menjadi bumbu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tak terasa sudah 12 tahun sejak kita berjanji di depan Tuhan dan jemaat. Janji untuk hidup bersama, dalam susah maupun senang, sehat ataupun sakit……dalam apapun keadaan kita sampai maut memisahkan. Sebuah janji yang indah. </p>
<p> <span id="more-53"></span>
<p>Duabelas tahun sudah kita menjalani hidup bersama. Susah, senang, sehat, sakit selalu bisa kita rasakan bersama. Pertengkaran-pertengkaran kecil menjadi bumbu hubungan kita. Semuanya terasa menyenangkan untuk dikenang, tidak ada kesedihan yang tinggal lama dalam kebersamaan kita.</p>
<p>Dalam pandanganku, <a href="http://yahyakurniawan.net/">engkau</a> suami yang suportif dan tidak pernah mengekang. Lembut dan selalu melindungi sehingga sangat nyaman berada di sampingmu. Banyak hal telah kau lakukan demi diriku. Tidak pernah menuntut macam-macam dan bisa menerimaku apa adanya.</p>
<p>Justru sebagai istri, aku merasa sangat tidak sempurna. Banyak hal yang seharusnya kulakukan lalai dilakukan. Tetapi aku selalu ingin menjadi istri yang bisa dibanggakan. Aku hendak belajar terus supaya bisa menjadi istri yang bisa dibanggakan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/serba-serbi/tak-terasa-sudah-12-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cake roll isi sosis wortel ala Shania</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/cake-roll-isi-sosis-wortel-ala-shania/</link>
		<comments>http://yuliani.net/serba-serbi/cake-roll-isi-sosis-wortel-ala-shania/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 Jul 2010 14:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/serba-serbi/cake-roll-isi-sosis-wortel-ala-shania/</guid>
		<description><![CDATA[Liburan hampir usai…..gak terasa liburan kali ini karena praktis hanya berlangsung 2 minggu. Selama 5 hari pada tanggal 1 – 5 Juli 2010 ini kami mengikuti tour ke Bali bersama teman2 karyawan-dosen Fakultas Farmasi USD. Sungguh suatu kegiatan yang menyenangkan. Tak lupa saat berkunjung ke Bali itu kami membeli beberapa makanan yang gak ada di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Liburan hampir usai…..gak terasa liburan kali ini karena praktis hanya berlangsung 2 minggu. Selama 5 hari pada tanggal 1 – 5 Juli 2010 ini kami mengikuti tour ke Bali bersama teman2 karyawan-dosen Fakultas Farmasi USD. Sungguh suatu kegiatan yang menyenangkan. Tak lupa saat berkunjung ke Bali itu kami membeli beberapa makanan yang gak ada di Jogja yaitu sosis babi, dendeng babi dan krupuk samcan. Semua itu kami beli di Titiles.</p>
<p> <span id="more-52"></span>
<p>Nah sampai di rumah, ada ide untuk membuat kudapan dari sosis babi yang kami beli. Aku dan Shania nyoba bikin roti isi sosis babi. Begini nih resepnya:</p>
<p>Bahan:</p>
<p>Roti tawar, susu cair, sosis babi, wortel, bawang bombay, keju (kayaknya enak juga ditambah sayur semacam selada atau bayam), mentega</p>
<p>Cara membuat:</p>
<p>Kupas wortel, iris tipis memanjang (sesuai selera)</p>
<p>Kupas bawang bombay, iris memanjang</p>
<p>Siapkan sosis potong sesuai panjang roti</p>
<p>Siapkan roti tawar di atas piring datar, tambahkan susu cair untuk membasahi roti tawar tersebut sampai cukup basah. Tata sosis babi, wortel dan bawang bombay kemudian tambahkan keju parut diatasnya. Siapkan selembar aluminium foil, beri mentega secukupnya, gulung roti tawar menutupi isian roti tersebut, bungkus dengan aluminium foil yang telah dilapisi mentega. Ulangi kembali langkah di atas untuk roti berikutnya.</p>
<p>Setelah siap kukus roti dalam aluminium foil tersebut selama kurang lebih 15 menit. Biarkan dingin. Buka aluminium foil, dan goreng roti tersebut sampai kecoklatan. Cake roll isi sosis wortel ala Shania siap disantap.</p>
<p>Hmmm…..sedapnya……</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/serba-serbi/cake-roll-isi-sosis-wortel-ala-shania/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mama percaya pilihanmu nak&#8230;..</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/mama-percaya-pilihanmu-nak/</link>
		<comments>http://yuliani.net/serba-serbi/mama-percaya-pilihanmu-nak/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jun 2010 05:18:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/serba-serbi/mama-percaya-pilihanmu-nak/</guid>
		<description><![CDATA[Tahun ini, Shania lulus SD. Hari-hari yang ditunggu-tunggu telah datang yaitu pengumuman hasil UASBN. Nilai Shania tidak tinggi-tinggi amat tapi juga tidak bisa dikatakan rendah. Nilai Shania 24,85 sementara rata-rata kodya Yogyakarta 22,26 artinya nilai itu masih di atas rata-rata anak2 di kodya Yogyakarta.
 
Sebagai orangtua, aku dan suamiku mulai mencari-cari info SMP negri. Suamiku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun ini, Shania lulus SD. Hari-hari yang ditunggu-tunggu telah datang yaitu pengumuman hasil UASBN. Nilai Shania tidak tinggi-tinggi amat tapi juga tidak bisa dikatakan rendah. Nilai Shania 24,85 sementara rata-rata kodya Yogyakarta 22,26 artinya nilai itu masih di atas rata-rata anak2 di kodya Yogyakarta.</p>
<p> <span id="more-51"></span>
<p>Sebagai orangtua, aku dan suamiku mulai mencari-cari info SMP negri. Suamiku yang lulusan SMP 5 mencoba mencari info nilai yang bisa masuk ke sana. Kayaknya dengan nilai itu sulit deh anakku masuk sana. Nah….aku sendiri yang lulusan SMP 8 juga gak kalah mencari info nilai yang masuk ke SMP 8. Dan kayaknya masih ada harapan untuk bisa masuk ke sana. Menurut Wiworo, temanku SMP dulu sepertinya ada harapan. Masih menurut Wiworo sebaran nilai UASBN tahun 2010 sangat mirip dengan sebaran nilai tahun 2006. Tahun 2006 itu nilai terendah yang bisa masuk ke SMP 8 adalah 24,03. Nah berarti ada harapan Shania bisa masuk ke sana.</p>
<p>Kami bicarakan masalah ini ke Shania…..dan ternyata dia mempunyai pikirannya sendiri. Shania tidak mau masuk ke SMP negri. Dalam pikiran Shania yang sederhana, dia pengen masuk ke SMP swasta karena banyak temannya masuk ke sana. Ya….dia memilih berdasarkan kenyamanan dia dalam menjalani studinya. Apabila rasa nyaman itu sudah ada pastilah diikuti dengan rasa senang. Hal yang mungkin selama ini terlewatkan banyak orangtua. Orangtua sering mengabaikan kenyamanan dan kesenangan itu…..hanya gengsi orangtua yang dipikir.</p>
<p>Ya…rasa nyaman dan senang dalam studi adalah hal penting untuk keberhasilan studi itu sendiri. Pilihan Shania menjadi sangat masuk akal bagi kami sebagai orangtua. Ya….sebagai orangtua tugas kita sebenarnya adalah mendukung pilihan anak kita, apapun itu….asal masih dalam norma yang berlaku. Ya…itu pembelajaran besar yang kudapat selama menemani Shania memilih sekolah dia selanjutnya. Sebagai orangtua jangan hanya memikirkan kesenangan kita sendiri….tapi utamakan kesenangan anak.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/serba-serbi/mama-percaya-pilihanmu-nak/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>2 Mei 1990</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/2-mei-1990/</link>
		<comments>http://yuliani.net/serba-serbi/2-mei-1990/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 23:41:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/serba-serbi/2-mei-1990/</guid>
		<description><![CDATA[Aku tidak tahu kenapa waktu itu aku mau
Aku juga tidak tahu pasti apakah waktu itu aku benar2 jatuh cinta padamu
Yang aku tahu aku nyaman berada disisimu
Yang aku tahu aku senang berada bersamamu
Itu yang membuat aku mau
Ternyata setelah itu
Kita tidak bisa berhenti
Untuk selalu mengasihi satu sama lain
Untuk selalu membahagiakan satu sama lain
Dan tidak ada yang bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku tidak tahu kenapa waktu itu aku mau</p>
<p>Aku juga tidak tahu pasti apakah waktu itu aku benar2 jatuh cinta padamu</p>
<p>Yang aku tahu aku nyaman berada disisimu</p>
<p>Yang aku tahu aku senang berada bersamamu</p>
<p>Itu yang membuat aku mau</p>
<p>Ternyata setelah itu</p>
<p>Kita tidak bisa berhenti</p>
<p>Untuk selalu mengasihi satu sama lain</p>
<p>Untuk selalu membahagiakan satu sama lain</p>
<p>Dan tidak ada yang bisa mencegahnya</p>
<p>&#160;</p>
<p>Sekarang aku tahu kenapa waktu itu aku mau</p>
<p>Karena cinta itu mulai tumbuh</p>
<p>Menjadi semakin besar, semakin besar dan semakin besar</p>
<p>Dan aku tidak menyesalinya</p>
<p>Karena aku akan selalu merasa nyaman dan bahagia bersamamu.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Love <a href="http://yahyakurniawan.net">You</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/serba-serbi/2-mei-1990/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Memberikan waktu&#8230;</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/memberikan-waktu/</link>
		<comments>http://yuliani.net/serba-serbi/memberikan-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 May 2010 14:24:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/serba-serbi/memberikan-waktu/</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini di sekolah anakku, diadakan persekutuan doa anak kelas VI, orangtua dan guru untuk menyambut UAN tanggal 4-6 Mei 2010. Sungguh suatu acara yang sangat bagus. Dalam persekutuan tersebut disampaikan Firman Tuhan yang sangat menyentuh tentang bagaimana pentingnya dukungan dan pendampingan orangtua terhadap anaknya. Kemudian ada sesi dimana si anak meminta doa restu dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari ini di sekolah anakku, diadakan persekutuan doa anak kelas VI, orangtua dan guru untuk menyambut UAN tanggal 4-6 Mei 2010. Sungguh suatu acara yang sangat bagus. Dalam persekutuan tersebut disampaikan Firman Tuhan yang sangat menyentuh tentang bagaimana pentingnya dukungan dan pendampingan orangtua terhadap anaknya. Kemudian ada sesi dimana si anak meminta doa restu dari orangtua masing-masing. Sungguh suatu momen yang sangat mengharukan. Saat Shania meminta doa restuku untuk menghadapi UAN, kami sama2 menangis, sungguh aku merasakan beban yang dia pikul, kegelisahan, kekuatiran tetapi juga semangat untuk berjuang menghadapinya.</p>
<p> <span id="more-49"></span>
<p>Tidak sedikit dari para orangtua dan anaknya yang juga menangis, sungguh kami pada saat itu merasakan beban yang sama. Dan saat yang bersamaan kami juga merasa dikuatkan.</p>
<p>Lepas dari itu semua ada sedikit permenungan yang aku dapatkan. Sebagai orangtua seringkali kita sibuk dengan urusan kita sendiri. Seringkali kita merasa sudah memelihara anak-anak kita apabila kita sudah mencukupi kebutuhan finansial mereka. Benarkah itu cukup? Aku jadi ingat tantangan Pendeta kami (Pdt Budi S Marsudi) yang dalam kotbahnya pernah berkata; “beranikah kita mengurangi uang jajan anak kita 50% tetapi melipatgandakan waktu yang kita berikan kepada mereka?” Beranikah kita? Bagi kebanyakan kita lebih mudah untuk memotong waktu kita dengan mereka 50% dan melipatgandakan uang saku mereka…..karena dengan semakin suksesnya karier kita biasanya disertai dengan tuntutan lebih banyak waktu untuk itu.</p>
<p>Persekutuan tadi pagi memperjelas kebenaran tantangan Pdt Budi Marsudi…..anak-anak kita lebih membutuhkan kehadiran kita dibandingkan dengan uang kita. Melihat dan merasakan bagaimana kegelisahan, ketakutan, kegalauan mereka menhadapi UAN (juga tantangan hidup yang lain) sungguh membuatku merasa bahwa memang anak2 membutuhkan orangtuanya, kehadiran dan pengertian serta perlindungan dan dorongan oarangtua dibandingkan dengan uang orangtuanya.</p>
<p>Jadi…..beranikah kita memotong 50% uang jajan mereka dan melipatgandakan waktu kita untuk mereka????</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/serba-serbi/memberikan-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Tidak bisa jauh darimu&#8230;..</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/tidak-bisa-jauh-darimu/</link>
		<comments>http://yuliani.net/serba-serbi/tidak-bisa-jauh-darimu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 02:23:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/serba-serbi/tidak-bisa-jauh-darimu/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kemarahanku aku ingin menjauhkan hatiku darimu…
Aku ingin mengambil jarak darimu
Tapi yang kutemui adalah rasa sepi…kesendirian…
Yang ada adalah perasaan hampa…luka….
Perasaan yang menakutkan
bingung tidak tahu apa yang harus dilakukan
merasa tercampak dan tidak terperhatikan….
Di saat itu kau datang padaku….
menawarkan kehangatan, penghiburan dan perlindungan
Semua yang kubutuhkan kau berikan tanpa kuminta
dan tanpa mengharapkan balasan……
Aku tahu sekarang mengapa aku bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kemarahanku aku ingin menjauhkan hatiku darimu…</p>
<p>Aku ingin mengambil jarak darimu</p>
<p>Tapi yang kutemui adalah rasa sepi…kesendirian…</p>
<p>Yang ada adalah perasaan hampa…luka….</p>
<p>Perasaan yang menakutkan</p>
<p>bingung tidak tahu apa yang harus dilakukan</p>
<p>merasa tercampak dan tidak terperhatikan….</p>
<p>Di saat itu kau datang padaku….</p>
<p>menawarkan kehangatan, penghiburan dan perlindungan</p>
<p>Semua yang kubutuhkan kau berikan tanpa kuminta</p>
<p>dan tanpa mengharapkan balasan……</p>
<p>Aku tahu sekarang mengapa aku bisa melewati semua permasalahan</p>
<p>dalam hidupku….</p>
<p>Itu karena ada kau disampingku….</p>
<p>Makasih <a href="http://yahyakurniawan.net">Sayang</a> untuk selalu ada disaat kubutuhkan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/serba-serbi/tidak-bisa-jauh-darimu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mencintaimu&#8230;.</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/mencintaimu/</link>
		<comments>http://yuliani.net/serba-serbi/mencintaimu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Mar 2010 14:00:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Serba-serbi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/serba-serbi/mencintaimu/</guid>
		<description><![CDATA[Menyambung posting yang lalu tentang arti mencintai…..
Ternyata mencintai kadang menyakitkan, tetapi kita harus merasakan sakit itu sebagai bagian dari mencintai….demi kebahagiaan orang yang kita cintai. Ketika kita mampu merasakan cinta itu walau dengan rasa sakit mempersembahkan cinta maka ternyata kita bisa menemukan kedalaman cinta itu sendiri…..
Love you
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyambung posting yang lalu tentang arti mencintai…..</p>
<p>Ternyata mencintai kadang menyakitkan, tetapi kita harus merasakan sakit itu sebagai bagian dari mencintai….demi kebahagiaan orang yang kita cintai. Ketika kita mampu merasakan cinta itu walau dengan rasa sakit mempersembahkan cinta maka ternyata kita bisa menemukan kedalaman cinta itu sendiri…..</p>
<p>Love you</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/serba-serbi/mencintaimu/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Maju terus Shan&#8230;..</title>
		<link>http://yuliani.net/motivasi/maju-terus-shan/</link>
		<comments>http://yuliani.net/motivasi/maju-terus-shan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Mar 2010 01:48:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/motivasi/maju-terus-shan/</guid>
		<description><![CDATA[Shania sebentar lagi lulus SD, yang artinya sebentar lagi dia harus menghadapi UAN, ujian yang sangat penting yang akan menentukan kelulusannya. Mulai pertengahan semester 1 kemaren sudah mengikuti bimbingan belajar walau tidak khusus untuk UAN. Ada 3 matapelajaran yang akan ditempuh dalam UAN dan yang paling menakutkan adalah matematika.
 
Untuk matematika ini ada kisah menarik [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Shania sebentar lagi lulus SD, yang artinya sebentar lagi dia harus menghadapi UAN, ujian yang sangat penting yang akan menentukan kelulusannya. Mulai pertengahan semester 1 kemaren sudah mengikuti bimbingan belajar walau tidak khusus untuk UAN. Ada 3 matapelajaran yang akan ditempuh dalam UAN dan yang paling menakutkan adalah matematika.</p>
<p> <span id="more-46"></span>
<p>Untuk matematika ini ada kisah menarik Shania yang ingin kusharingkan. Shania selalu merasa cocok diajarin matematika oleh Papanya…… Dia senang mendapat penjelasan Papanya yang mulai dengan logika sederhana dan mudah diingat sehingga sekali mengerti dia akan terus mengerti. Terkadang kalo materi sulit….Shania sampai harus menangis diam2 karena merasa “kok aku bodo sekali sih, kok gak ngerti2 juga yg dijelasin Papa”</p>
<p>Papanya sendiri kadang gemes dg Shania karena kadang ditanya 3 x 4 pun lupa berapa….namanya juga lagi stress Pa…ya harusnya dimaklumi….</p>
<p>Kadang aku kasihan melihat Shania belajar sampai menangis. Tetapi ada yang kukagumi dari proses itu. Walau harus sambil menangis, Shania tidak puas kalau tidak diajarin oleh Papanya. Setiap ada yg gak ngerti dari pelajaran matematika dia akan selalu lari ke Papanya dan bertanya…..juga siap menangis bila perlu.</p>
<p>Aku jadi sadar bahwa Shania tahu bener bahwa segala sesuatu harus diperjuangkan, tidak ada yang instan. Dia tahu mungkin akan mendengar Papanya gemes karena dia tidak kunjung bisa, dia tahu mungkin akan sakit hati mendengar kata2 Papanya yg gemes karena “kok gitu aja gak bisa” tetapi dia tetep lari ke Papa dengan tujuan “aku mengerti pelajaran matematika itu”</p>
<p>Salut untuk Shania…</p>
<p>Maju terus Shan….Mama yakin kamu bisa….</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/motivasi/maju-terus-shan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Facing the Giant</title>
		<link>http://yuliani.net/motivasi/facing-the-giant/</link>
		<comments>http://yuliani.net/motivasi/facing-the-giant/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Feb 2010 02:29:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/motivasi/facing-the-giant/</guid>
		<description><![CDATA[Barusan nonton film Facing the Giant….sebuah film yang sungguh menginspirasi. Kita bisa banyak belajar dari film tersebut. Nilai-nilai yang disampaikan sungguh indah untuk kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.
 
Ternyata pandangan kita akan suatu hal akan menjadi sangat berpengaruh terhadap pencapaian kita. Ketika hanya kemasyuran, nama, kekayaan yang kita kejar maka kita menjadi pribadi yang hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Barusan nonton film Facing the Giant….sebuah film yang sungguh menginspirasi. Kita bisa banyak belajar dari film tersebut. Nilai-nilai yang disampaikan sungguh indah untuk kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p> <span id="more-45"></span>
<p>Ternyata pandangan kita akan suatu hal akan menjadi sangat berpengaruh terhadap pencapaian kita. Ketika hanya kemasyuran, nama, kekayaan yang kita kejar maka kita menjadi pribadi yang hanya memikirkandiri sendiri dan apa yang kita kejar menjadi suatu tujuan yang sangat dangkal.</p>
<p>Kadang kita juga menjadi orang yang tidak dapat menerima kenyataan bahwa kita mempunyai kelemahan. Semakin keras kita menolaknya semakin tampaklah kelemahan kita….</p>
<p>Lewat film ini kita diingatkan bahwa kita harus menerima diri kita apa adanya, meluruskan tujuan hidup kita maka pada saatnya Tuhan akan menganugerahkan semua yang dikejar oleh manusia.</p>
<p>Masalah dan hambatan harus kita hadapi dan atasi dengan kemampuan maksimal yang ada dalam diri kita dan selanjutnya biarkan Tuhan berkarya lewat itu semua…..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://yuliani.net/motivasi/facing-the-giant/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
