Bangun dari kegagalan, sulitkah……
Bisa sulit, bisa mudah. Tetapi yang jelas bisa dilatih. Sebagai manusia kita sering salah dan gagal, tapi seberapa sering kita meningkatkan kemampuan kita dari kegagalan tersebut. Banyak juga yang justru menghindari hal-hal tertentu karena takut gagal. Wajar saja kalau itu terjadi, sejak kecil kita diajari berhasil, orangtua menuntut kita berhasil, mereka akan bangga dengan prestasi kita……tapi pernahkah mereka mengajarkan pada anaknya bangkit dari kegagalan???
Sepertinya tidak banyak orangtua yang mengajarkan pada anaknya bagaimana bangkit dari kegagalan. Lebih sering orangtua mencela anaknya kalau anak tersebut gagal. Waktu kecil kalau ulangan kita jelek pasti ortu kebakaran jenggot, ngomel dan nyuruh kita belajar terus. Pernahkah ortu bertanya kenapa sih kok ulanganmu jelek nilai….apakah karena memang gak ngerti, gak belajarĀ atau karena hal lain….Alhasil ulangan tetep jelek, anak stress, ortu juga. Sepertinya gak banyak ya yang melakukan itu…..
Anak saya akan merahasiakan nilai ulangannya kalau nilai itu jelek, baru bilang setelah ulangan perbaikan hasilnya baik. Saya tanya kenapa kok gak kasih tau mama katanya; Aku malu nilaiku jelek. Saya bilang kenapa harus malu? Lalu dia diam dan merenung; aku takut mama marah. Saya tertegun….pernahkah saya menuntut dia tanpa saya sadari? Tapi aku janji ma…aku mau belajar kata anak saya lagi.
Saya lalu sadar bahwa saya belum pernah mengajarkan bagaimana menyikapi kegagalan pada anak saya. Sejak saat itu saya mulai ajak anak saya ber-refleksi atas kegagalannya kemudian saya ajak dia menemukan jalan untuk mengatasi kegagalan itu. Hasilnya….anak saya bisa bilang; Ma aku harus belajar lebih keras kalau ulangan PKn, soalnya aku paling gak bisa. Paling tidak dia sudah tahu kelemahannya dan berusaha untuk memperbaiki. Dia tidak takut gagal dan tidak takut mencoba lagi, guru olahraganya pernah bilang begini; Shania itu kalau gak bisa selalu mengatakan Bu aku mau mencoba lagi….
Menerima kegagalan, mengevaluasinya dan melakukan tindakan perbaikan bukanlah hal yang sulit kalau kita mau menerima kelemahan kita dan tidak menutupinya (yang justru secara alami kita lakukan). Dengan menerima kelemahan kita, justru kita kemudian mampu melihat potensi diri kita….
Pada jaman dengan kompetisi yang ketat seperti ini ….jangan kita menambah lagi tekanan pada anak kita dengan menuntutnya selalu berhasil. Suatu keberhasilan akan sangat mudah dipelajari…..tetapi kegagalan harus diwaspadai…Penolakan ortu akan kegagalannya akan berakibat panjang dalam kehidupan seorang anak, akan mempengaruhi konsep diri dan pengenalan akan dirinya. Cap bahwa dia gagal, bodoh dan sebaris kata negatif lain mampu mensugesti anak menjadi seperti cap yang diberikan padanya…Jadi mari ajari anak kita menerima kegagalan dia (karena itu berat baginya) dan beri motivasi untuk bangkit….dan biarkan dia tahu kita sebagai ortu akan mendampingi dia dan menerima dia apa adanya….percayalah dia akan jadi manusia yang berhasil dalam hidupnya…..
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
merenung … merenung … merenung …
Posted from Yogyakarta
Using
Salam kenal bu dosen. Saya juga lulusan USD, matematika angkatan 2000.
Saat ini saya mengajar komputer di de britto. Saya online di istiyanto.com. Saya juga pernah menulis artikel tentang bangun dari kegagalan di blog saya.
Salam kenal
Posted from Yogyakarta
Using