Feb
19

Sehari sebelum hari raya Imlek, pada tanggal 6 Februari 2008, guru anakku Bu Hesti namanya, mengalami kecelakaan yang sangat parah. Bagian kepalanya terbentuk cukup keras menimbulkan perdarahan yang tidak kunjung berhenti. Pada hari Jumat dikabarkan koma dan pada Senin pagi jam 05.00 Bu Hesti meninggal.

Hari Senin itu anakku hanya sekolah sampai jam 09.00 pagi dan setelah itu dia melayat gurunya. Pada mulanya aku berpikir apa itu suatu tindakan yang tepat membiarkan anakku yang baru berumur 8 tahun melihat guru kelasnya untuk yang terakhir kali dalam keadaan yang tidak seperti biasanya. Apa tidak lebih baik membiarkannya tidak melihat kondisi gurunya sehingga dia mempunyai kenangan yang baik saja akan wajah gurunya. Tapi karena keinginannya maka akhirnya dia bisa berdiri disamping peti jenasah gurunya dan berdoa untuk keluarga yang ditinggalkan.

Ketika aku kemudian bertemu dengan anakku, wajahnya tampak sangat sedih, menjadi lebih pendiam dari biasanya. Aku bertanya pada anakku, “Shan, apakah kamu sedih”. Dia menjawab, “Iya sih Ma…aku agak sedih, tapi gak papa kok Ma, Bu Hesti kan sudah dipanggil pulang ke rumah Bapa di Surga, berarti dia sudah di Surga sekarang bersama Tuhan. Jadi aku gak terlalu sedih”

Aku tersenyum mendengar jawaban anakku, dia sudah mendapat satu pelajaran lagi tentang kehidupan.



2 Responses to “Kebijakan Anak-anak”
  1. 1
    At 6:19 am Mariani Sutanto Says:

    Hai Yul, apa kabarnya? Wah, Shania dewasa sekali, kalo Jessie masih trauma dengan kematian. Kecuali maesong ada kawan-kawannya, dia mau. Tapi kalo cuma sendiri mending nunggu di rumah sendirian, he…he…he… Sukses yak!


    Posted from Jakarta Indonesia
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 2.0.0.12 on Windows Windows XP
  2. 2
    At 2:39 am Cialis. Trackbacked With:

    Cialis and addiction….

    Cialis online. Cialis in las vegas. Buy cialis online. Buy cialis. Cialis….


    Posted from Scottsdale United States
    Using Unknown browser

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment