Shania sebentar lagi lulus SD, yang artinya sebentar lagi dia harus menghadapi UAN, ujian yang sangat penting yang akan menentukan kelulusannya. Mulai pertengahan semester 1 kemaren sudah mengikuti bimbingan belajar walau tidak khusus untuk UAN. Ada 3 matapelajaran yang akan ditempuh dalam UAN dan yang paling menakutkan adalah matematika.
Untuk matematika ini ada kisah menarik Shania yang ingin kusharingkan. Shania selalu merasa cocok diajarin matematika oleh Papanya…… Dia senang mendapat penjelasan Papanya yang mulai dengan logika sederhana dan mudah diingat sehingga sekali mengerti dia akan terus mengerti. Terkadang kalo materi sulit….Shania sampai harus menangis diam2 karena merasa “kok aku bodo sekali sih, kok gak ngerti2 juga yg dijelasin Papa”
Papanya sendiri kadang gemes dg Shania karena kadang ditanya 3 x 4 pun lupa berapa….namanya juga lagi stress Pa…ya harusnya dimaklumi….
Kadang aku kasihan melihat Shania belajar sampai menangis. Tetapi ada yang kukagumi dari proses itu. Walau harus sambil menangis, Shania tidak puas kalau tidak diajarin oleh Papanya. Setiap ada yg gak ngerti dari pelajaran matematika dia akan selalu lari ke Papanya dan bertanya…..juga siap menangis bila perlu.
Aku jadi sadar bahwa Shania tahu bener bahwa segala sesuatu harus diperjuangkan, tidak ada yang instan. Dia tahu mungkin akan mendengar Papanya gemes karena dia tidak kunjung bisa, dia tahu mungkin akan sakit hati mendengar kata2 Papanya yg gemes karena “kok gitu aja gak bisa” tetapi dia tetep lari ke Papa dengan tujuan “aku mengerti pelajaran matematika itu”
Salut untuk Shania…
Maju terus Shan….Mama yakin kamu bisa….
No comments yet.
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI