Bulan November 2008 lalu, ayahku operasi colon….15 cm colon yang rusak dipotong. Keputusan itu mendadak dan mengagetkan tetapi syukurlah semua boleh berjalan dengan lancar. Ternyata itu bukan merupakan akhir yang membahagiakan setidaknya untuk saat itu. Dua minggu kemudian kami mendapatkan hasil lab yang menyatakan usus yang dipotong tersebut menunjukkan keganasan. Hati ini berdebar kencang…..dunia rasanya jadi gelap……seperti sudah ada vonis mati untuk bapak. Bapak yang selama ini sehat dan belum pernah masuk RS, sekali masuk harus menanggung penyakit yang begitu mematikan….
Setelah lama sekali tidak menulis di blog ini…..sekarang saatnya untuk memulai menulis lagi. Belum tahu apa yang hendak ku sharingkan….yang mulai hari ini aku bertekad menulis lagi
Seminggu kemaren (13 -18 Oktober 2008) aku berkesempatan datang ke PT Bayer di Cimanggis Depok. Sungguh beruntung mereka mau menerima aku disana, soalnya tidak semua perusahaan farmasi mau menerima kunjungan dosen dalam waktu yang lama ( 1 minggu). Terimakasih PakSundoro.
Lebaran kemaren kita pergi ke Jakarta, nengok adik yang abis melahirkan. Berangkat tanggal 29 September 2008 lewat jalur selatan, semua berjalan dengan lancar tanpa halangan dan macet yang berkepanjangan. Dalam hati menjadi yakin bahwa lebaran kali ini tidak terjadi macet yang berkepanjangan.
Pulang ke jogja tanggal 2 Oktober 2008, dalam bayangan kami pasti juga tidak kena macet karena masih lebaran hari kedua. Waduh… ternyata dugaan tinggal dugaan aja. Macet sudah menanti di jalan menuju Nagrek. Nagrek oh Nagrek daerah yang selalu menjadi buah bibir tiap lebaran tiba. Kami berangkat jam 4 pagi hari itu dengan harapan sampai Jogja jam 17.00-an sore harinya. Sudah terbayang membeli beberapa macam oleh-oleh disepanjang jalan….. Ternyata impian tinggal impian. Nagrek macet lagi….hapus sudah keinginan untuk beli oleh-oleh.
Semester ini, aku diberi tugas mengajar matakuliah Kemasan Farmasi. Setelah kubaca sumber yang harus ku acu, aku melihat betapa sulitnya materi yang harus aku berikan. Aku sadar gak mungkin mahasiswa tertarik jika kuberikan dengan cara ceramah. Pertama karena materi sulit mahasiswa cenderung malas memahami apalagi denger dosen yang monoton. Kalo pemahaman dosen kurang juga dia akan cenderung tidak pede sehingga kuliah terasa garing, dosen jadi kurang bisa memberi contoh. Aku sadar betul akan hal itu jika kuliah kubuat model ceramah.
Ini cerita tentang anakku yang pertama. Dia ama temen2nya punya permainan yang menurutku sih lucu. Gini permainannya, dilakukan oleh 4 orang. Masing2 menyiapkan satu kertas, lalu ditulis nama, pekerjaan, bagian tubuh, terakhir nama lagi. Nama harus diisi nama temen satu kelas. Pekerjaan adalah pekerjaan yang dilakukan di rumah. Orang pertama menulis nama kemudian kertas dilipat diberikan pada orang kedua yang kemudian menulis pekerjaan dilipat lagi; orang ketiga menulis bagian tubuh, lipat lagi; dan orang terakhir menulis nama lagi. Setelah itu kertas dikembalikan lagi ke pemilik (orang pertama yang nulis). Nah setelah dibacakan maka akan menjadi kalimat yang lucu. Misalnya Si A menyapu hidung si B. » Read the rest of this entry
Tanggal 23 Agustus 2008 aku mengadakan kegiatan untuk mahasiswaku angkatan 2006. Kegiatan ini sebenarnya merupakan kegiatan pengganti semester antara berupa teknik presentasi. Ada 2 pembicara yang hadir satu dari sisi sikap dan etika saat presentasi dan satu lagi dari sisi tayangan (powerpoint).Untuk memeriahkan acara tersebut aku menghubungi suatu perwakilan penerbit buku terkenal, karena pikirku salah satu pembicara adalah penulis buku yang biasa diterbitkan oleh penerbit tersebut. Mereka bilang bisa aja buku2 terbitan mereka dipajang dan dijual di acara tersebut tapi mereka gak bisa nunggu karena gak ada orang. Ok aku setuju aku ambil buku dari mereka dan aku yang display sendiri dengan bantuan mahasiswa…Semua masih ok sampai aku datang ke tempat mereka. Aku datang hanya disambut satpam dan disuruh nunggu diluar…panas lagi…gak ada bagian distribusi yang keluar. Katanya lagi ke belakang…..udah ditunggu 10 menit masih gak ada yang keluar. Pas ditanya lagi ke satpam katanya lagi nyiapin bukunya…. Apa ya gitu ya…cara menghargai tamu…disuruh nunggu aja tanpa disapa terlebih dahulu. Terus terang aku kecewa dengan apa yang mereka lakukan….setahuku untuk orang marketing semua peluang harus diambil dan pelanggan disambut dengan gembira….dan hormat. Pas menyerahkanpun tidak disertai dengan informasi apapun cuman bilang ini bukunya dan ini daftar buku beserta harganya……aku tahunya buku itu diberi diskon 25% karena tanya ke petugasnya…..Pas ngembaliin aku telpon dulu dan diterima pegawai disana….aku bilang sedang menuju ke sana pas jam 12.15 an dia bilang gak bisa karena dia sedang istirahat….. Wah ini lagi masak pelanggan disuruh nunggu apa ndak bisa istirahat itu gantian…..sombong sekali sih penerbit ini…. Akhirnya aku ke sana dan urusan aku selesaikan ama Satpam yang kali ini lumayan ramah…. Lain kali aku janji tidak akan lagi berhubungan dengan penerbit ini…..
Baru saja kita memperingati hari kemerdekaan RI. Merdeka. Apa sebenarnya makna merdeka bagi kita? » Read the rest of this entry
Setelah punya anak, karena harus memberi jarak minimal 2 tahun untuk hamil lagi maka aku harus mengikuti program KB. Metode yang kupilih adalah pil KB, pertama ikut bertahan 3 tahun lalu aku memutuskan untuk hamil lagi dan punya anak yang kedua. Sekali lagi kami memutuskan untuk program KB kembali dan lagi2 pil yang kupilih. KB menggunakan hormon ini kujalani selama hampir lima tahun. Usiaku sekarang sudah 36 tahun dan kami mulai berpikir kembali untuk memilih program KB yang tanpa hormon.
Mau sharing aja nih….kami bikin sunscreen dari bahan aktif kunir putih ato nama daerahnya curcuma mangga he he he… Curcuma mangga ini kayak temulawak bentuknya tapi baunya seperti mangga. Nah…kemaren kami bikin dan bisa menghasilkan sunscreen dengan SPF 15, bagus kan???