Aug
17

Salah satu kesenangan kami sekeluarga adalah pergi ke toko buku gramedia untuk membeli buku bacaan. Anakku Shania paling suka membaca….buku apa aja dibacanya…..sampai-sampai kalo dibeliin buku paket untuk sekolahnya dia akan baca dari depan sampai belakang pada hari pertama dia punya.

Suatu ketika Shania tanya ke aku…dia pengen beli sebuah buku. Ngotot betul dengan satu judul. Tumben….pikirku. Aku tanya kenapa trus dia bilang: Aku pinjem buku di perpustakaan dan buku itu hilang, jadi aku harus beli gantinya untuk dikembalikan ke perpustakaan. Aku bilang “paling-paling keselip ditumpukan buku ceritamu dirumah”. Dia bilang “nggak Ma….buku itu hilang” Aku heran biasanya Shania tidak bisa menjawab dimana bukunya diletakkan sepasti jawaban buku itu hilang, karena heran aku tanya ” kok yakin Shan….”

Lama anakku diam, lalu katanya: “Ma….aku mau bikin pengakuan. Kemaren buku itu disita sama guruku”. Hah…kagetlah aku….anakku yang alim ini kok sampai disita bukunya…pinjem dari perpustakaan sekolah lagi….berarti kan bukan buku yang dilarang dibaca di sekolah. Kutanya dia: “kapan kamu bacanya….” Dia jawab: “pas pelajaran mandarin….habis aku bosen sih denger guruku ngajar….gak menarik”

Hualah ya pantes bukunya disita lha wong pas pelajaran kok….Perasaanku…..pengen marah tapi juga geli liat ekspresinya yang tanpa dosa….dan juga terbersit refleksiku sebagai dosen…..kalo gak pengen muridnya beraktifitas lain saat kuliah jangan bikin kuliah jadi membosankan. Aku gak jadi marah…..buat Shania hal yang paling nyaman untuk suatu yang membosankan adalah membaca….dengan membaca dia bisa membuang bosan, marah, jengkel atau seabrek perasaan gak enak lainnya…..Tapi resiko tetap harus dijalani. Shania kusuruh menyelesaikan masalah itu sendiri…..dan dia mau.

Setidaknya ada pelajaran yang bisa dipetik yaitu ” berani menanggung resiko atas apa yang dilakukannya”

Aku ingin anakku belajar ” dia bebas memilih apa yang akan dilakukannya…tapi konsekuensi dari pilihannya tidak bebas dan itu harus diambil serta”

MERDEKA



3 Responses to “Buku Shania disita”
  1. 1
    At 10:20 pm irene anindya Says:

    betul2 menjadi pendidik bu
    tidak hanya buat kami, namun juga buat keluarga ya Bu
    Salut…
    bisa membuat seorang anak punya kegemaran membaca, sangat luar biasa Bu..
    apalagi di zaman modern seperti sekarang


    Posted from Australia
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.11 on Windows Windows XP
  2. 2
    At 6:13 am Yuli Says:

    Sip….ini juga lagi diajarin rutin nulis di blog tapi masih sulit….lha wong mamanya juga blum rutin….


    Posted from Yogyakarta Indonesia
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.5.2 on Windows Windows XP
  3. 3
    At 1:45 pm Pakde Cholik Says:

    Benaaaar sekali, setiap perbuatan yang menyimpang dari aturan ya ada tindakannya, besar atau kecil , ringan atau berat.
    Tapi baguslah Shania sudah membuat pengakuan, berarti ada kejujuran.
    Salam hangat dari pakde di Surabaya.


    Posted from Australia
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.13 on Windows Windows XP

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment