Jun
24

Tahun ini, Shania lulus SD. Hari-hari yang ditunggu-tunggu telah datang yaitu pengumuman hasil UASBN. Nilai Shania tidak tinggi-tinggi amat tapi juga tidak bisa dikatakan rendah. Nilai Shania 24,85 sementara rata-rata kodya Yogyakarta 22,26 artinya nilai itu masih di atas rata-rata anak2 di kodya Yogyakarta.

Sebagai orangtua, aku dan suamiku mulai mencari-cari info SMP negri. Suamiku yang lulusan SMP 5 mencoba mencari info nilai yang bisa masuk ke sana. Kayaknya dengan nilai itu sulit deh anakku masuk sana. Nah….aku sendiri yang lulusan SMP 8 juga gak kalah mencari info nilai yang masuk ke SMP 8. Dan kayaknya masih ada harapan untuk bisa masuk ke sana. Menurut Wiworo, temanku SMP dulu sepertinya ada harapan. Masih menurut Wiworo sebaran nilai UASBN tahun 2010 sangat mirip dengan sebaran nilai tahun 2006. Tahun 2006 itu nilai terendah yang bisa masuk ke SMP 8 adalah 24,03. Nah berarti ada harapan Shania bisa masuk ke sana.

Kami bicarakan masalah ini ke Shania…..dan ternyata dia mempunyai pikirannya sendiri. Shania tidak mau masuk ke SMP negri. Dalam pikiran Shania yang sederhana, dia pengen masuk ke SMP swasta karena banyak temannya masuk ke sana. Ya….dia memilih berdasarkan kenyamanan dia dalam menjalani studinya. Apabila rasa nyaman itu sudah ada pastilah diikuti dengan rasa senang. Hal yang mungkin selama ini terlewatkan banyak orangtua. Orangtua sering mengabaikan kenyamanan dan kesenangan itu…..hanya gengsi orangtua yang dipikir.

Ya…rasa nyaman dan senang dalam studi adalah hal penting untuk keberhasilan studi itu sendiri. Pilihan Shania menjadi sangat masuk akal bagi kami sebagai orangtua. Ya….sebagai orangtua tugas kita sebenarnya adalah mendukung pilihan anak kita, apapun itu….asal masih dalam norma yang berlaku. Ya…itu pembelajaran besar yang kudapat selama menemani Shania memilih sekolah dia selanjutnya. Sebagai orangtua jangan hanya memikirkan kesenangan kita sendiri….tapi utamakan kesenangan anak.



No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment