Semester ini, aku diberi tugas mengajar matakuliah Kemasan Farmasi. Setelah kubaca sumber yang harus ku acu, aku melihat betapa sulitnya materi yang harus aku berikan. Aku sadar gak mungkin mahasiswa tertarik jika kuberikan dengan cara ceramah. Pertama karena materi sulit mahasiswa cenderung malas memahami apalagi denger dosen yang monoton. Kalo pemahaman dosen kurang juga dia akan cenderung tidak pede sehingga kuliah terasa garing, dosen jadi kurang bisa memberi contoh. Aku sadar betul akan hal itu jika kuliah kubuat model ceramah.
Aku mulai berpikir, gimana membuat kuliah ini menyenangkan walaupun materinya sulit. Metode SCL (Student centered learning) yang lagi ngetrend menjadi pertimbangan. Tapi kalo mahasiswa lalu disuruh membuat makalah, atau rangkuman materi lalu disuruh presentasi itu sudah banyak yang pake dan mahasiswa udah bosan dengan metode tersebut. Satu lagi ukuran pemahaman mahasiswa dan makalah yang dibuat kadang tidak linier.Harus ada cara lain. Lalu aku inget kata Romo Banar di event motifasi training bahwa pada dasarnya manusia adalah homo-luden (manusia yang bermain).Ok kenapa gak aku buat aja model permainan untuk kuliah ini.
Akhirnya aku buat suatu model permainan dalam kuliah ini.Cerdas Cermat Kemasan Farmasi itu metode yang aku gunakan. Mekanismenya demikian mahasiswa aku bagi dalam 8 kelompok. Kelompok 1 & 2 pada minggu pertama bertugas membuat soal dengan topik yang sudah kutentukan dan tentunya ada detailsub topik yang aku berikan untuk soal mereka tersebut. Buku acuan sudah ditentukan dan semua kelompok tahu. Kelompok 3 -8 menjadi peserta cerdas cermat tersebut. Minggu berikutnya kelompok 3 & 4 yang bertugas membuat soal dengan topik yang berbeda dan kelompok lain sebagai peserta,demikian seterusnya sampai 4 minggu.
Sebelum pelaksanaan kelompok pembuat soal bertemu denganku untuk membahas teknis pelaksanaan pada hari H. Selain itu aku dan mereka berdiskusi mengenai soal yang mereka buat sehingga aku bisa koreksi apabila mereka ada salah interpretasi kalimat di buku acuan. Nah tugas yang ternyata lebih berat buatku dibandingkan kalo aku ceramah dikelas menanti di sini, aku harus memberi review berdasar soal yang mereka buat, aku harus membuat catatan kuliah bagi mereka mengenai hal-hal yang belum mereka singgung dan merupakan hal penting pada topik tersebut. Yah…tapi itu resiko yang harus kuambil.
Untuk penilaian aku beri porsi lebih besar pada permainan dibandingkan ujian dengan perbadingan 3:2. Nilai sebagai pembuat soal dan peserta dibuat rata-rata dan digunakan sebagai nilai kelompok murni. Nilai kelompok murni ini nantinya akan dikoreksi oleh nilai ujian sehingga menjadi unsur nilai kelompok-individu. Nilai kelompok-individu ini besarnya adalah nilai kelompok murni ± 50% selisih nilai ujian - nilai kelompok murni (diperhitungkan demikian apabila selisih nilai ujian dan nilai kelompok >20 point). Jadi kalo nilai ujian lebih bagus maka nilai kelompok akan ditambah, sebaliknya kalo nilai ujian lebih jelek maka nilai kelompok akan dikurangi. Hal ini untuk mencegah mahasiswa yang tidak mau terlibat aktif dalam kelompok dan diharapkan semua mahasiswa belajar setiap minggu.
Hasilnya sudah kulihat pada minggu pertama ini, mereka terlihat sangat antusias dengan model ini. Walaupun mereka bilang harus kerja keras karena harus selalu belajar tapi mereka senang karena permainan tersebut sangat menggairahkan. Yang mengejutkan adalah kelompok yang dianggap paling kuat karena berisi anak-anak yang terkenal pinter justru mendapatkan nilai terendah pada saat itu. Yah…berarti mereka meremehkan permainan dan kompetisi ini, semoga tidak terulang pada minggu depan…
Selamat Bermain dan Belajar
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
pake KTSP kayak guru SMA.
dosen cuma fasilitator saja…
dikemas semenarik mungkin….
jadi inget makul CMD…
ah, dasar saya calon pendidik…
Posted from Semarang
Using
@bakulsapi
Apa itu KTSP, saya malah gak dong
kalo yang diatas itu menarik nggak
Posted from Yogyakarta
Using
Walah..ck..ck.ck.. bu Yuli makin kreatif aja..
Posted from
Using
aku sudah liat videonya..en menarik dech, aku tak siapin model yang memacu kreativitas mereka. thanks untuk inspirasinya
Posted from Yogyakarta
Using
Metode yang kreatif untuk mengajar. Menarik juga untuk diujicoba
Posted from Santa Clara
Using
Walah..ck..ck.ck.. bu Yuli makin kreatif aja..
Posted from Laguna Beach
Using