Feb
28

Akhir-akhir ini baru ada gegeran susu formula yang mengandung bakteri tertentu….

Lalu wacana mengenai pemberian ASI eksklusif muncul dengan gencar…..ASI adalah makanan terbaik bagi bayi terutama yang berumur kurang dari 1 tahun. Susu formula memang seharusnya tidak menggantikan ASI. Saya termasuk ibu yang tidak bisa memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Anak pertama 2 minggu, anak kedua 2 bulan. Saya berusaha untuk memberikannya, tapi apa daya setelah 2 bulan saya harus kerja lagi dan anak saya kemudian tidak mau lagi minum dari saya. Alangkah senangnya kalau seorang ibu yang akan melahirkan mendapat cuti panjang, 1 bulan sebelum melahirkan sebagai cuti melahirkan dan 6 bulan setelah melahirkan sebagai cuti menyusui…. kayaknya gak mungkin ya….

Ibu-ibu yang tidak bisa memberi ASI eksklusif jangan merasa bersalah karena hal itu……. karena kita gak akan bisa mendampingi anak kita dengan perasaan bersalah. Kita memang harus mencari alternatif kalau tidak bisa memberi ASI eksklusif. Tentu alternatif yang sehat dan aman. Puji Tuhan, walaupun tidak saya beri ASI eksklusif semua anak saya sehat dan pintar. Saya mencoba memberi asupan gizi yang seimbang, saya beri susu yang menurut saya baik komposisi gisinya dan….tak lupa saya berdoa pada Tuhan untuk melindungi pertumbuhan anak2 saya……

OK…ibu-ibu yang gak bisa memberi ASI ekslusif, tetap semangat memberi yang terbaik untuk anak kita……



4 Responses to “Susu Formula Bayi”
  1. 1
    At 11:57 am Martina Suci Says:

    Bu, bukankah ada sebuah jalan keluar ketika seorang ibu tidak dapat memberikan ASI secara langsung kepada bayinya. Mungkin jalan keluar itu adala dengan memeras ASI kemudian memasukkannya ke dalam lemari es. Sewaktu sang anak membutuhkan ASI, ASI tersebut bisa dipanasi agar hangat dan langsung diberikan kepada anaknya.
    Tapi ini hanya sebuah pemikiran saja, karena saya seorang mahasiswi yang belum menikah dan belum punya anak.
    Saya senang dengan hadirnya blog ini karena selain saya bisa akses materi dari ibu, saya juga bisa mendapat tambahan wawasan yang lain.
    Terima kasih.


    Posted from Jakarta Indonesia
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 1.0 on Windows Windows 2000
  2. 2
    At 11:59 am Inka Says:

    Saya juga mengalami hal yang sama. Anak saya satu, saya hanya bisa memberi asi hingga usia anak saya hamoir 2 bulan. Sempat merasa sedih sekali, apalagi banyak ‘cibiran’ yang terkesan menyudutkan saya. Karena saya terlalu career minded lah, ada yang bilang karena saya malas makan kacang hijau lah, ada yang bilang saya stress lah. Duh, cape sekali mendengarnya. Padahal segala daya sudah saya coba, makan daun katuk, minum obat, pijat dsb, tapi entah kenapa asi saya sedikit sekali keluarnya. Tapi alhamdulilah, anak saya sekarang sudah 5 bulan dan sehat. Saya yakin, asi memang merupakan bekal awal. Tapi perjuangan masih panjang, affections and nurtures prove it lately apakah anak -anak yang tidak beruntung mendapat asi ekslusif akan tumbuh menjadi anak sehat dan cerdas serta memiliki good manner, too.


    Posted from Indonesia
    Using Internet Explorer Internet Explorer 6.0 on Windows Windows XP
  3. 3
    At 3:31 pm Batitaku Says:

    asi ekslusif memang bagus sekali untuk bayi ,nyatanya anak saya selama 9 bulan asi ekslusif tidak pernah sakit ,setelah diperkenalkan formula malah mudah sakit


    Posted from Australia
    Using Internet Explorer Internet Explorer 7.0 on Windows Windows Vista
  4. 4
    At 8:10 pm Sri Hartati Yuliani Says:

    @Batitaku…
    Saya akui asi ekslusif emang baik…..saya hanya ingin menyampaikan kalo kita tidak mampu (bukan tidak mau) memberi asi ekslusif jangan merasa bersalah…tapi harus cari alternatif lain yang terbaik….bukan karena memaksakan asi ekslusif malah bayi kita kurang cairan karena asi kita sedikit….kan ya gak lucu to…jadi masalahnya menurut saya bukan “harus asi eksklusif ato tidak” tapi mana yang terbaik menurut kondisi kita…


    Posted from Yogyakarta Indonesia
    Using Mozilla Firefox Mozilla Firefox 3.0.10 on Windows Windows XP

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment