<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Susu Formula Bayi</title>
	<atom:link href="http://yuliani.net/serba-serbi/susu-formula-bayi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://yuliani.net/serba-serbi/susu-formula-bayi/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 02:25:50 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Sri Hartati Yuliani</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/susu-formula-bayi/comment-page-1/#comment-727</link>
		<dc:creator>Sri Hartati Yuliani</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 13:10:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/serba-serbi/susu-formula-bayi/#comment-727</guid>
		<description>@Batitaku...
Saya akui asi ekslusif emang baik.....saya hanya ingin menyampaikan kalo kita tidak mampu (bukan tidak mau) memberi asi ekslusif jangan merasa bersalah...tapi harus cari alternatif lain yang terbaik....bukan karena memaksakan asi ekslusif malah bayi kita kurang cairan karena asi kita sedikit....kan ya gak lucu to...jadi masalahnya menurut saya bukan "harus asi eksklusif ato tidak" tapi mana yang terbaik menurut kondisi kita...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Batitaku&#8230;<br />
Saya akui asi ekslusif emang baik&#8230;..saya hanya ingin menyampaikan kalo kita tidak mampu (bukan tidak mau) memberi asi ekslusif jangan merasa bersalah&#8230;tapi harus cari alternatif lain yang terbaik&#8230;.bukan karena memaksakan asi ekslusif malah bayi kita kurang cairan karena asi kita sedikit&#8230;.kan ya gak lucu to&#8230;jadi masalahnya menurut saya bukan &#8220;harus asi eksklusif ato tidak&#8221; tapi mana yang terbaik menurut kondisi kita&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Batitaku</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/susu-formula-bayi/comment-page-1/#comment-725</link>
		<dc:creator>Batitaku</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 May 2009 08:31:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/serba-serbi/susu-formula-bayi/#comment-725</guid>
		<description>asi ekslusif memang bagus sekali untuk bayi ,nyatanya anak saya selama 9 bulan asi ekslusif tidak pernah sakit ,setelah diperkenalkan formula malah mudah sakit</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>asi ekslusif memang bagus sekali untuk bayi ,nyatanya anak saya selama 9 bulan asi ekslusif tidak pernah sakit ,setelah diperkenalkan formula malah mudah sakit</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Inka</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/susu-formula-bayi/comment-page-1/#comment-65</link>
		<dc:creator>Inka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 04:59:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/serba-serbi/susu-formula-bayi/#comment-65</guid>
		<description>Saya juga mengalami hal yang sama. Anak saya satu, saya hanya bisa memberi asi hingga usia anak saya hamoir 2 bulan. Sempat merasa sedih sekali, apalagi banyak 'cibiran' yang terkesan menyudutkan saya. Karena saya terlalu career minded lah, ada yang bilang karena saya malas makan kacang hijau lah, ada yang bilang saya stress lah. Duh, cape sekali mendengarnya. Padahal segala daya sudah saya coba, makan daun katuk, minum obat, pijat dsb, tapi entah kenapa asi saya sedikit sekali keluarnya. Tapi alhamdulilah, anak saya sekarang sudah 5 bulan dan sehat. Saya yakin, asi memang merupakan bekal awal. Tapi perjuangan masih panjang, affections and nurtures prove it lately apakah anak -anak yang tidak beruntung mendapat asi ekslusif akan tumbuh menjadi anak sehat dan cerdas serta memiliki good manner, too.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga mengalami hal yang sama. Anak saya satu, saya hanya bisa memberi asi hingga usia anak saya hamoir 2 bulan. Sempat merasa sedih sekali, apalagi banyak &#8216;cibiran&#8217; yang terkesan menyudutkan saya. Karena saya terlalu career minded lah, ada yang bilang karena saya malas makan kacang hijau lah, ada yang bilang saya stress lah. Duh, cape sekali mendengarnya. Padahal segala daya sudah saya coba, makan daun katuk, minum obat, pijat dsb, tapi entah kenapa asi saya sedikit sekali keluarnya. Tapi alhamdulilah, anak saya sekarang sudah 5 bulan dan sehat. Saya yakin, asi memang merupakan bekal awal. Tapi perjuangan masih panjang, affections and nurtures prove it lately apakah anak -anak yang tidak beruntung mendapat asi ekslusif akan tumbuh menjadi anak sehat dan cerdas serta memiliki good manner, too.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Martina Suci</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/susu-formula-bayi/comment-page-1/#comment-7</link>
		<dc:creator>Martina Suci</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 04:57:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://yuliani.net/serba-serbi/susu-formula-bayi/#comment-7</guid>
		<description>Bu, bukankah ada sebuah jalan keluar ketika seorang ibu tidak dapat memberikan ASI secara langsung kepada bayinya. Mungkin jalan keluar itu adala dengan memeras ASI kemudian memasukkannya ke dalam lemari es. Sewaktu sang anak membutuhkan ASI, ASI tersebut bisa dipanasi agar hangat dan langsung diberikan kepada anaknya.
Tapi ini hanya sebuah pemikiran saja, karena saya seorang mahasiswi yang belum menikah dan belum punya anak.
Saya senang dengan hadirnya blog ini karena selain saya bisa akses materi dari ibu, saya juga bisa mendapat tambahan wawasan yang lain.
Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bu, bukankah ada sebuah jalan keluar ketika seorang ibu tidak dapat memberikan ASI secara langsung kepada bayinya. Mungkin jalan keluar itu adala dengan memeras ASI kemudian memasukkannya ke dalam lemari es. Sewaktu sang anak membutuhkan ASI, ASI tersebut bisa dipanasi agar hangat dan langsung diberikan kepada anaknya.<br />
Tapi ini hanya sebuah pemikiran saja, karena saya seorang mahasiswi yang belum menikah dan belum punya anak.<br />
Saya senang dengan hadirnya blog ini karena selain saya bisa akses materi dari ibu, saya juga bisa mendapat tambahan wawasan yang lain.<br />
Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
