<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.3.2" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Susu Formula Bayi</title>
	<link>http://yuliani.net/serba-serbi/susu-formula-bayi/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Mon, 13 Oct 2008 07:57:30 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.2</generator>
		<item>
		<title>By: Inka</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/susu-formula-bayi/#comment-65</link>
		<dc:creator>Inka</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 May 2008 04:59:16 +0000</pubDate>
		<guid>http://yuliani.net/serba-serbi/susu-formula-bayi/#comment-65</guid>
		<description>Saya juga mengalami hal yang sama. Anak saya satu, saya hanya bisa memberi asi hingga usia anak saya hamoir 2 bulan. Sempat merasa sedih sekali, apalagi banyak 'cibiran' yang terkesan menyudutkan saya. Karena saya terlalu career minded lah, ada yang bilang karena saya malas makan kacang hijau lah, ada yang bilang saya stress lah. Duh, cape sekali mendengarnya. Padahal segala daya sudah saya coba, makan daun katuk, minum obat, pijat dsb, tapi entah kenapa asi saya sedikit sekali keluarnya. Tapi alhamdulilah, anak saya sekarang sudah 5 bulan dan sehat. Saya yakin, asi memang merupakan bekal awal. Tapi perjuangan masih panjang, affections and nurtures prove it lately apakah anak -anak yang tidak beruntung mendapat asi ekslusif akan tumbuh menjadi anak sehat dan cerdas serta memiliki good manner, too.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga mengalami hal yang sama. Anak saya satu, saya hanya bisa memberi asi hingga usia anak saya hamoir 2 bulan. Sempat merasa sedih sekali, apalagi banyak &#8216;cibiran&#8217; yang terkesan menyudutkan saya. Karena saya terlalu career minded lah, ada yang bilang karena saya malas makan kacang hijau lah, ada yang bilang saya stress lah. Duh, cape sekali mendengarnya. Padahal segala daya sudah saya coba, makan daun katuk, minum obat, pijat dsb, tapi entah kenapa asi saya sedikit sekali keluarnya. Tapi alhamdulilah, anak saya sekarang sudah 5 bulan dan sehat. Saya yakin, asi memang merupakan bekal awal. Tapi perjuangan masih panjang, affections and nurtures prove it lately apakah anak -anak yang tidak beruntung mendapat asi ekslusif akan tumbuh menjadi anak sehat dan cerdas serta memiliki good manner, too.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Martina Suci</title>
		<link>http://yuliani.net/serba-serbi/susu-formula-bayi/#comment-7</link>
		<dc:creator>Martina Suci</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 05 Mar 2008 04:57:02 +0000</pubDate>
		<guid>http://yuliani.net/serba-serbi/susu-formula-bayi/#comment-7</guid>
		<description>Bu, bukankah ada sebuah jalan keluar ketika seorang ibu tidak dapat memberikan ASI secara langsung kepada bayinya. Mungkin jalan keluar itu adala dengan memeras ASI kemudian memasukkannya ke dalam lemari es. Sewaktu sang anak membutuhkan ASI, ASI tersebut bisa dipanasi agar hangat dan langsung diberikan kepada anaknya.
Tapi ini hanya sebuah pemikiran saja, karena saya seorang mahasiswi yang belum menikah dan belum punya anak.
Saya senang dengan hadirnya blog ini karena selain saya bisa akses materi dari ibu, saya juga bisa mendapat tambahan wawasan yang lain.
Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bu, bukankah ada sebuah jalan keluar ketika seorang ibu tidak dapat memberikan ASI secara langsung kepada bayinya. Mungkin jalan keluar itu adala dengan memeras ASI kemudian memasukkannya ke dalam lemari es. Sewaktu sang anak membutuhkan ASI, ASI tersebut bisa dipanasi agar hangat dan langsung diberikan kepada anaknya.<br />
Tapi ini hanya sebuah pemikiran saja, karena saya seorang mahasiswi yang belum menikah dan belum punya anak.<br />
Saya senang dengan hadirnya blog ini karena selain saya bisa akses materi dari ibu, saya juga bisa mendapat tambahan wawasan yang lain.<br />
Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
