Lebaran kemaren kita pergi ke Jakarta, nengok adik yang abis melahirkan. Berangkat tanggal 29 September 2008 lewat jalur selatan, semua berjalan dengan lancar tanpa halangan dan macet yang berkepanjangan. Dalam hati menjadi yakin bahwa lebaran kali ini tidak terjadi macet yang berkepanjangan.
Pulang ke jogja tanggal 2 Oktober 2008, dalam bayangan kami pasti juga tidak kena macet karena masih lebaran hari kedua. Waduh… ternyata dugaan tinggal dugaan aja. Macet sudah menanti di jalan menuju Nagrek. Nagrek oh Nagrek daerah yang selalu menjadi buah bibir tiap lebaran tiba. Kami berangkat jam 4 pagi hari itu dengan harapan sampai Jogja jam 17.00-an sore harinya. Sudah terbayang membeli beberapa macam oleh-oleh disepanjang jalan….. Ternyata impian tinggal impian. Nagrek macet lagi….hapus sudah keinginan untuk beli oleh-oleh.
Kami putuskan untuk lewat jalur Cijapati, dalam benak kami jalur ini sudah mulusdan tidak macet. Ternyata setali tiga uang, macet lagi yang kami temui walau tidak sepanjang di jalan menuju Nagrek. Setelah itu dimulailah petualangan baru, jalan sempit, berliku-liku dan naik turun.Sampai jalanan menanjak di jalur Cijapati mesin mobil panas sehingga kami harus berhenti menurunkan suhu mesin mobil kurang lebih 30 menit. Berangkat lagi sambil berharap sudah tidak ada lagi jalan menanjak yang berkepanjangan. Ternyata emang kami sudah mencapai puncak saat mesin mobil panas, jadi kami dengan aman melanjutkan perjalanan. Siang hari kami baru sampai kota Garut dan istirahat makan siang.
Kami melanjutkan perjalanan dengan lancar setelah itu dan berhenti sekali untuk makan malam di daerah Buntu. Sampai Jogja jam 00.15 tanggal 3 Oktober 2008. Selama 20 jam perjalanan naek mobil hanya 2 jam aku menggantikan suamiku nyetir, selebihnya dia yang nyetir. Gak kebayang deh capenya….aku baru tahu ketahanan nyetir suamiku yang tinggi.
Kapok deh pergi ke Jakarta pas lebaran, yang ada hanya perjalanan macet dan macet….namanya juga mudik….
RSS feed for comments on this post. TrackBack URI
Waaa…putune mbah joyo nduwe blog…keren…
Posted from Jakarta
Using
Beruntung kamu sempat mengalami macet lalu lintas…lha aku disini malah terasa monoton, karena semua berjalan lancar dan on-time. tadi pagi aku lihat ada (opo yo jenenge…ndesoo tenan) “tulisan yang berjalan” gedhe-gedhe dipasang dipojok jalan utama: “besok minggu (2 hari lagi) jam 12-13 pm akan ada perbaikan jalan utama ini sepanjang 500 meter, mohon mencari jalan alternatif untuk menghindari delay”, aku jadi ngingat - ingat, kethoke nek nyopir di Yogya itu tiba - tiba: wah…tiwas lewat kene, tibake lagi didandani, wah…ciloko tenan iso telat ki!!
lha wong gak ada public warning je….
(sekarang dah ada belum??).
Posted from Adelaide
Using
Haish… macet!
Teringat kegilaan 13 tahun silam. Ke Jakarta H-5 dari lebaran dan ikut arus mudik H-1. Alasan = pengen merasakan mudik.
Lebaran tahun 2004 lain lagi. Ke Karimun Jawa mau cari seafod enak dan murah. Alhasil makan indomie goreng disana karena nelayan tidak melaut.
Lebaran tahun ini: Di Lab.
Posted from Amsterdam
Using